Selasa, Maret 3, 2026

Ini Tiga Target dari Kolaborasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Must Read

Moneter.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) bertekad mewujudkan 3 target dari kolaborasi
dua sektor yakni pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf).

Tiga target yang dimaksud yakni pariwisata sebagai penghasil devisa nomor
satu di tanah air, produk ekonomi kreatif Indonesia menjadi terbaik di kawasan
ASEAN, dan menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sumber
kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Pariwisata dan ekraf akan menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat
secara berkelanjutan atau sustainable
source welfare
,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabadan Parekraf) Wishnutama
Kusubandio di Jakarta, Selasa (5/11).

Wishnutama menjelaskan, menyatunya kembali pariwisata dan ekonomi kreatif
dalam satu kementerian (Kemenparekraf) atau badan (Baparekraf) menjadi kekuatan
tersendiri karena kedua bidang tersebut saling mendukung.

“Ke depan pariwisata akan jauh lebih maju manakala didukung bidang kreatif
atau sebaliknya,” kata Wishnutama.

Kreativitas dalam mengembangkan pariwisata, kata Wishnutama, akan
difokuskan pada 10 destinasi prioritas termasuk di dalamnya 5 destinasi super
prioritas yakni Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika dan Likupang.

Tahun depan, kata dia, 5 destinasi super prioritas ini diharapkan akan
menjadi daya tarik baru sekaligus kebanggaan Indonesia. 

Wishnutama menambahkan, sinergitas pariwisata dan ekonomi kreatif juga
diwujudkan dalam mengembangkan restoran Indonesia di luar negeri. “Restoran
Indonesia di luar negeri  tidak sekadar
menjual makanan saja, namun menjadikan ‘jendela’ untuk menarik minat wisatawan
berkunjung ke Indonesia,” kata Wishnutama.

Sementara, kata Wamenparekraf/Waka Badan Parekraf Angela Tanoesoedibjo,
untuk mempromosikan pariwisata Indonesia bisa ditempuh dengan memperbanyak
restoran Indonesia di mancanegara.

“Kami bisa menerapkannya terlebih dahulu di negara-negara Asia Pasifik
seperti Singapura, China, dan Australia,” kata Angela. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img