Moneter.id – PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatra Utara (Bank Sumut) terus berupaya menekan
angka kredit bermasalah (non performing
loan/NPL) hingga di kisaran 3% pada akhir 2019 dari saat ini yang masih 4,5%.
“Semoga
pada akhir 2019 bisa tinggal di kisaran 3%,” ujar Direktur Utama Bank
Sumut Muchammad Budi Utomo dikutip Antara, Selasa (19/11).
Selain
menekan angka NPL, kata Budi Utomo, Bank Sumut juga terus menggiatkan
pengelolaan piutang serta recovery
aset. Alasannya, karena kredit macet itu yang sudah lama atau utang lama, bukan
dari kredit baru.
“Selain
berupaya menekan NPL, Bank Sumut juga akan meningkatkan penyaluran
kredit,” kata Budi Utomo.
Ia mengakui, selama ini
kredit Bank Sumut masih terbesar ke Aparatur Sipil Negara (ASN). “Bank
Sumut harus keluar dari zona itu (ASN) dan menunjukkan fungsinya sebagai Bank
Pembangunan Daerah (BPD) untuk semua rakyat,” ujarnya.
Budi Utomo menyebutkan, Bank
Sumut akan membidik pembiayaan ke sektor UKM dan sektor komersial lainnya.
Untuk itu, katanya, Bank Sumut, terus menyiapkan sumber daya manusia (SDM).
“Peningkatan
kredit memang jadi target.Namun dalam kondisi ekonomi seperti sekarang,
manajemen harus hati-hati dan lebih selektif untuk menjaga NPL ,” katanya.
Sementara, Kepala Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori mengatakan, Bank Sumut
memang terus ditekankan untuk memperhatikan NPL yang masih di atas 4%.
“Secara
keseluruhan performa Bank Sumut masih positif. Dari sisi rentabilitas-nya, Bank
Sumut juga bagus, namun NPL-nya harus bisa ditekan di bawah 4%,” ujarnya.




