Moneter.id – Penanggulangan
kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia periode Januari
– September 2019 telah diupayakan maksimal melalui kerjasama dan
kolaborasi semua pihak, termasuk dukungan sarana dan prasarana dari
perusahaan HTI.
Direktur
Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Purwadi Soeprihanto
menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan HTI menjadi satu kesatuan dari Satgas
Karhutla di setiap Propinsi.
”Di
bawah koordinasi Pemerintah dan Pemerintah Daerah, anggota kami telah melakukan
langkah-langkah efektif pencegahan dan pengendalian Karhutla di lapangan
bersama Satgas Karhutla di tingkat Provinsi,” ungkap Purwadi disiaran
persnya di Jakarta, Rabu (4/11).
Upaya-upaya
pencegahan dan pengendalian karhutla dimulai sejak pencegahan melalui beberapa
kegiatan diantaranya penerapan penyiapan lahan tanpa bakar (zero burning),
peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan tata kelola gambut.
”Perusahaan-perusahaan
HTI telah mengembangkan pemantauan hotspot secara terintegrasi, yang
memungkinkan dapat dimonitor secara langsung dari situation room, sehingga
dapat segera diambil tindakan pemadaman di lapangan. Beberapa perusahaan HTI
juga telah menggunakan peralatan canggih seperti helicopter water bombing untuk
mendukung pemadaman di lapangan,” katanya.
Atas
upaya-upaya tersebut, tiga perusahaan hutan tanaman industri yang merupakan
mitra APP Sinar Mas, yakni PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai
dan PT Rimba Hutani Mas, dianugerahi penghargaan oleh Gubernur Sumatera
Selatan, Herman Deru.
”APHI
menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah atas penghargaan ini, yang
sesungguhnya merupakan capaian atas kerjasama dan kolaborasi para pihak.
Hal ini diharapkan dapat memacu upaya pencegahan dan pengendalian yang
lebih baik di tahun mendatang,” ujar Purwadi.
Kejadian
karhutla di tahun 2019 selayaknya menjadi bahan evaluasi bersama, terutama
dalam mengefektifkan kerjasama dan kolaborasi di tingkat tapak. ”Terjadinya
karhutla tidak mengenal batas-batas wilayah dan batas perizinan, karena itu
pencegahan dan pengendalian karhutla harus ditangani dalam skala bentang
alam/lanskap melalui upaya multipihak,”pungkas Purwadi.




