Moneter.id – Menteri Perdagangan
(Mendag) Agus Suparmanto mengapresiasi kinerja positif sektor pasar modal
Indonesia pada 2019 dalam penutupan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019 hari
ini, Senin (30/12), di Jakarta.
Menurut Mendag Agus,
banyak tantangan dan dinamika yang dihadapi pelaku pasar modal Indonesia pada
2019. Namun, dengan komitmen dan kebersamaan, sektor pasar modal mampu menjaga
stabilitas perekonomian Indonesia dan berkontribusi mendukung program-program
prioritas ekonomi pemerintah.
Pada penutupan BEI tersebut,
dilaporkan pada 2019 terdapat total 175 penawaran umum dengan nilai emisi
Rp166,25 triliun yang 56 di antaranya merupakan emiten baru.
Baca juga: Mendag Agus Apresiasi Sejumlah Kebijakan Strategis di Pasar Modal
Selain itu, terjadi
peningkatan pemanfaatan penghimpunan dana melalui produk pengelolaan investasi
seperti DIRE, DINFRA, reksa dana, dan lainnya sebesar 8,37% dengan total
kelolaan sebesar Rp811,19 triliun.
“Ke depan, saya minta
agar kita terus memperkuat pasar modal sehingga tidak hanya berfungsi sebagai
sarana investasi bagi investor domestik dan asing, tetapi juga dalam
menyediakan sumber pendanaan jangka panjang yang terjangkau bagi para pelaku
ekonomi. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan
berkelanjutan,” tegas Mendag.
Selain itu, diharapkan
akses pasar modal kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) dapat diperluas
sehingga membawa manfaat bagi perkembangan UMKM Indonesia. Dari sisi pendalaman
pasar keuangan, variasi produk pasar modal diupayakan untuk terus ditingkatkan
sehingga jumlah dan kualitas investor domestik dapat meningkat.
“Pada akhirnya ini dapat
berkontribusi menjaga stabilitas pasar keuangan secara keseluruhan,” tungkas
Mendag Agus.
Hal lain yang penting,
lanjut Mendag Agus, yaitu pengembangan instrumen pasar modal yang dapat
berkontribusi bagi pembangunan kualitas SDM Indonesia agar lebih berdaya saing
dalam menghadapi perubahan-perubahan di dunia.
“Berbagai upaya literasi
dan inklusi produk pasar modal diharapkan terus dilakukan kepada seluruh
masyarakat dengan lengkap dan berimbang. Otoritas dan pelaku pasar modal juga
harus terus berinovasi dan kreatif menyediakan produk-produk investasi yang
beragam sesuai kebutuhan investor,” ujar Mendag.
Lebih lanjut, Mendag
Agus mengungkapkan pemerintah senantiasa mendukung Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), Self-Regulatory Organizations (SRO), dan seluruh
pemangku kepentingan industri jasa keuangan dalam menghadapi tantangan baru di
depan agar kondisi pasar tetap kondusif bagi investor domestik maupun asing.
“Kondisi pasar yang
kondusif penting untuk dipertahankan agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi
dan investasi,” ucapnya.
“Tidak kalah penting,
utamakan juga perlindungan konsumen. Para pelaku pasar modal harus
mengedepankan market conduct dan didukung tata kelola yang
baik, sehingga konsumen pasar modal dapat berinvestasi dengan aman dan nyaman,”
tegas Mendag.




