Sabtu, Maret 7, 2026

Delapan Saham ‘Gocap’ Asabri Berharga Dibawah Harga IPO

Must Read

Moneter.id – Delapan dari 13 saham PT Asuransi Sosial Angkatan
Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) berharga di bawah harga saat penawaran
umum perdana (IPO). Dari delapan saham tersebut, empat di antaranya termasuk
dalam saham gocap atau saham yang mentok di harga terendah di bursa yaitu Rp50
per saham.

Kedelapan saham gocap tersebut antara lain, Sidomulyo
Selaras Tbk (SDMU) di mana harga IPO Rp225 per saham, Inti Agri Resources Tbk
(IIKP) harga IPO Rp450 per saham, SMR Utama Tbk (SMRU) harga IPO Rp600 per
saham, dan Hanson Internasional Tbk (MYRX) harga IPO bahkan mencapai Rp9.900
per saham.

Kemudian, Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) dari harga IPO
Rp500 per saham menjadi Rp326 per saham, PP Properti Tbk (PPRO) dari harga IPO
Rp185 per saham jadi Rp66 per saham, Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dari harga
IPO Rp300 per saham jadi Rp204 per saham, dan Island Concept Indonesia Tbk
(ICON) dari harga IPO Rp118 per saham jadi Rp71 per saham.

Sementara itu, lima saham milik Asabri lainnya saat ini
lebih tinggi dibandingkan harga saat IPO yaitu Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR)
dari harga IPO Rp150 per saham jadi Rp338 per saham dan Bank Yudha Bhakti Tbk
(BBYB) dari harga IPO Rp115 jadi Rp268 per saham.

Selanjutnya ada Indofarma Tbk (INAF) dari harga IPO Rp250
per saham jadi Rp740 per saham, Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) dari harga IPO
Rp325 per saham jadi Rp675 per saham, dan Pool Advista Finance Tbk (POOL) dari
harga IPO Rp135 per saham jadi Rp197 per saham.

Secara komposisi kepemilikan saham, berikut persentase
saham yang dimiliki Asabri. Saham PCAR (25,14%), BBYB (20,13%), SDMU (18,06%),
FIRE (15,57%), INAF (13,91%), NIKL (10,3%), POLA (7,65%), IIKP (5,44%), SMRU
(6,61%), MYRX (5,4%), PPRO (5,33%), HRTA (5,26%), dan ICON (5,02%).

Sementara, Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja
mengatakan, sehubungan dengan kondisi pasar modal di Indonesia, terdapat
beberapa penurunan nilai investasi Asabri yang sifatnya sementara.

Namun demikian, manajemen Asabri mengaku memiliki
mitigasi untuk me-recovery penurunan
tersebut.

Kementerian BUMN sendiri menyebutkan memang benar
terdapat kerugian portofolio di sisi saham Asabri tersebut namun belum
diketahui secara pasti terkait angka kerugiannya sebab masih dikaji lebih
dalam.

Kementerian BUMN sedang melakukan investigasi bersama
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengetahui lebih lanjut terkait masalah
Asabri tersebut. (Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img