Kamis, Januari 15, 2026

Bahaya, Saham PGN Bisa Sentuh Level Terendah Rp 460 Per Lembar

Must Read

Moneter.id – 

Dampak penurunan harga gas industri terhadap kinerja PT
PGN Tbk diprediksi cukup besar. Bahkan, diperkirakan PGN sebagai perusahaan
publik yang tercatat di bursa saham, kinerja sahamnya bisa akan terus mengalami
tekanan.

Hal itu diungkapkan Kepala Riset Trimegah Sekuritas
Sebastian Tobing di Jakarta, Kamis (6/2). “Perlu dipahami bahwa korelasi antara
indeks harga saham, di mana PGN sebagai perusahaan publik (terbuka) dengan
investasi langsung dari luar negeri (Foreign Direct Investment/FDI)
sangat tinggi.”

Sebastian menjelaskan, investor bursa yang memiliki saham
PGN di pasar bursa akan mengalami banyak kerugian. Kondisi ini akan sangat
memengaruhi investor saham yang memiliki saham disejumlah BUMN lainnya.

“Para investor butuh kepastian investasi, baik investasi
secara langsung atau yang melalui pasar bursa dan sebagainya. Ini logika
sederhana, jika pemerintah saja bisa memerlakukan BUMN secara semena-mena
dengan memangkas keuntungan badan usaha, bagaimana dengan swasta?” ujar dia.

Sebastian bercerita, tahun lalu ketika PGN akan menaikkan
harga jual gas industri, perseroan telah memberi tahu kalangan industri
beberapa bulan sebelumnya. “Ironisnya, sehari sebelum pelaksanaan kenaikan
harga, pemerintah langsung membatalkan rencana kenaikan harga tersebut,” terang
dia.

Dia menambahkan, di satu sisi bukan jaminan pula jika
harga gas industri diturunkan maka industri akan langsung tumbuh dengan pesat.
“Tidak ada yang bisa menjamin jika harga gas industri turun maka otomatis
industri akan meningkat,” jelas Sebastian.

Terkait soal analisa perkembangan saham emiten berkode
PGAS ini, Sebastian memberikan sebuah ilustrasi. Saat ini spread rata-rata
harga gas PGN adalah USD 2,32 per MMBTU.

“Jika spread-nya diturunkan menjadi USD 2 per
MMBTU, maka pada tahun ini EBITDA perseroan akan turun menjadi USD 914 juta,
lalu laba bersih hanya USD 187 juta, dan target harga (target price/TP)
saham PGN akan turun menjadi Rp 1.500 per lembar saham,” kata Sebastian.

Spread adalah selisih antara harga
beli gas dengan harga jual gas. Kondisi PGN akan terus tertekan jika spread-nya
menjadi USD 1,5 per MMBTU. “EBITDA-nya akan turun lagi menjadi USD 749 juta,
laba bersih USD 91 juta, dan TP menjadi Rp 800 per lembar saham,” jelasnya.

Sebastian memastikan, jika spread PGN kembali
terkoreksi menjadi di bawah USD 1 per MMBTU maka Price Earning/PE
(analisis fundamental yang menggambarkan seberapa besar investor
menilai/menghargai suatu saham) dapat tinggal satu digit dan saham PGAS bisa
terjun bebas di level Rp 460 per lembar saham.


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img