Minggu, Maret 1, 2026

Asosiasi Tekstil Diminta Produksi Masker dan Alat Pelindung Diri dari Covid-19

Must Read

Moneter.id – Kementerian Perindustrian meminta kepada
Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) agar para anggotanya dapat memproduksi
masker dan alat pelindung diri (APD). Hal ini guna memenuhi permintaan domestik
yang sedang tinggi, terutama untuk memasok kebutuhan para tenaga kesehatan
dalam penangangan pasien yang terpapar virus korona (Covid-19).

“Selain industri APD, kami juga mendorong
produsen tekstil di dalam negeri dapat ikut men-supply APD dan masker.
Sebab, saat ini kita masih butuh cukup banyak dalam menghadapi penyebaran virus
korona di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di
Jakarta, Jumat (27/3).

Dalam rangka penanganan Covid-19, diversifikasi
produk yang dilakukan industri tekstil menjadi salah satu cara cepat dalam
pemenuhan kebutuhan APD dan masker yang sangat tinggi saat ini. “Hal ini dapat
menjadi solusi untuk mempertahankan kinerja industri tekstil di tengah menurunnya
pasar dalam negeri,” tambah Agus.

Menperin mengungkapkan, dalam upaya menanggulangi
wabah Covid-19 di tanah air, diproyeksi sampai empat bulan ke depan dibutuhkan sebanyak
12 juta pcs APD. “Dengan kondisi seperti saat ini, kemungkinan demand
dapat bertambah hingga 100%, bahkan 500%,” tuturnya.

Oleh karena itu, Kemenperin telah memetakan
potensi industri APD di dalam negeri, termasuk juga industri tesktil yang
bersedia memproduksi APD dan masker. APD yang dibutuhkan, meliputi pakaian, caps,
towel, sarung tangan, pelindung kaki, pelindung tangan dan kacamata
pelindung wajah (goggles).

“Kami terus aktif berkoordinasi dengan Badan
Nasional Penanganan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan untuk kelancaran
izin edar dan impor bahan bakunya,” imbuh Agus.

Kemenperin memberikan apresiasi kepada para
pelaku industri yang berperan membantu pemerintah dalam upaya menekan laju
penyebaran virus korona di Indonesia.

“Kami juga meminta kepada industri farmasi
agar bisa mengoptimalkan produksi obat atau vitamin yang dibutuhkan saat ini,”
tandasnya.

Menurut Menteri AGK, industri farmasi perlu
mengembangkan Obat Modern Asli Indonesia (Fitofarmaka) yang berbasis bahan
alam. Sebab, Indonesia punya potensi untuk pengembangan obat tersebut, karena keanekaragaman
hayatinya lebih dari 30.000 spesies tanaman.

Bahkan, Kemenperin juga mendorong produsen
otomotif di dalam negeri untuk bisa memproduksi alat kesehatan, seperti
ventilator atau alat bantu pernapasan.

“Untuk supply ventilator, akan dibuat
prototipe sederhana yang dapat diproduksi massal melalui kerja sama antara industri
otomotif dengan industri komponen,” ujarnya.

Lebih lanjut, salah satu bentuk dukungan
kepada pelaku industri agar bisa berproduksi, pemerintah telah menerbitkan
stimulus ekonomi kedua berupa pembebasan sementara bea masuk bahan baku
industri, kemudahan proses importasi bahan baku, serta penjaminan ketersediaan
pasokan pangan strategis.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img