Selasa, April 21, 2026

Core Indonesia Dorong Pemerintah Terbitkan SUN Rupiah

Must Read

Moneter.id

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah
Redjalam mendorong pemerintah menerbitkan surat utang negara (SUN) dalam
nominal rupiah karena skema pembelian oleh Bank Indonesia (BI) memungkinkan
pemerintah menetapkan suku bunga lebih rendah dengan tenor yang wajar.

“Dengan begitu, pemerintah tidak akan dibebani oleh
pembayaran bunga SUN yang tinggi dalam kurun waktu yang panjang,” katanya di
Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Piter menyakini ekspansi moneter melalui pembelian SUN
rupiah oleh bank sentral ini tidak akan mendorong peningkatan inflasi
berlebihan. “Penyebabnya, tekanan inflasi di tengah wabah COVID-19 cenderung
menurun akibat rendahnya permintaan,” ucapnya.

Ia berpendapat seharusnya pemerintah mendahulukan
penerbitan SUN dalam nominal rupiah dengan skema pembelian oleh BI, daripada
surat utang dalam nominal dolar AS atau SUN global.

Alasannya, lanjut dia, sentimen pasar keuangan global
saat ini masih sensitif akibat ketidakpastian karena pandemi COVID-19, sehingga
minat pembeli rendah.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan penerbitan tiga surat
utang global dengan nominal dolar AS mencapai total 4,3 miliar dolar AS dengan
tenor masing-masing 10, 30 dan paling lama 50 tahun.

“Penerbitan SUN global di tengah kondisi ini akan
memaksa pemerintah meningkatkan insentif berupa bunga kupon lebih tinggi dan
atau tenor yang panjang, terbukti dengan diterbitkannya SUN global bertenor 50
tahun,” katanya.

Selain itu, meski rupiah dalam tekanan pelemahan akibat
ketidakpastian pasar keuangan global, Core Indonesia berpendapat bahwa
pemerintah tidak perlu buru-buru menambah pasokan dolar dengan menerbitkan SUN
global.

“Posisi cadangan devisa saat ini relatif cukup besar
untuk membiayai intervensi Bank Indonesia dalam stabilisasi nilai tukar,”
imbuhnya.

Piter melanjutkan meski penerbitan SUN global dibutuhkan
karena kekurangan dolar akibat menurunnya ekspor, penerbitan instrumen
investasi internasional itu dapat dilakukan ketika wabah COVID-19 sudah mereda
dan sentimen pasar mulai pulih.

“Di tengah kebijakan moneter global cenderung
menurunkan suku bunga maka penerbitan SUN global berpotensi mendapatkan
permintaan yang tinggi pada bunga kupon yang lebih baik dengan tenor yang
wajar,” imbuhnya.

Menurutnya, selain cadangan devisa, BI juga memiliki cara
pertahanan kedua yakni fasilitas pinjaman Dana Moneter Internasional (IMF),
perjanjian kerja sama swap dengan beberapa bank sentral negara lain dan
fasilitas repo line dari bank sentral Amerika Serikat, the Fed. (Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Faktor-faktor Penting untuk Meningkatkan Ranking Website

Dalam dunia digital marketing, search engine optimization (SEO) menjadi kunci utama untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencari. Namun,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img