Moneter.id – Kementerian
Perdagangan menandatangani
nota kesepahaman dengan GO-JEK untuk menjamin distribusi dan transportasi
ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting bagi masyarakat, antara
lain untuk komoditas daging sapi
selama pandemi COVID-19 dan dalam
menyambut datangnya Ramadan, serta Lebaran 2020.
Penandatanganan dilaksanakan di kantor
Kementerian Perdagangan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Suhanto
dan Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah GO-JEK Shinto Nugroho yang
disaksikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Senin (20/4/2020).
“Kerjasama
ini diharapkan dapat membantu mempercepat alur
transportasi dan distribusi. Dengan begitu, dapat membantu keterjangkauan
masyarakat dan kita bisa efektif menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar
(PSBB) ini,” jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.
Sementara, Shinto
Nugroho menjelaskan, GO-JEK berkomitmen untuk berada di garda depan memenuhi
kebutuhan masyarakat agar bisa melewati masa sulit pandemi ini dengan aman.
“Kami juga berterima kasih kepada Bapak
Menteri Perdagangan atas kepercayaan yang diberikan kepada GOJEK. Kami
mendukung program Kementerian Perdagangan dalam pemanfaatan aplikasi guna
memenuhi kebutuhan pokok masyarakat selama pandemi ini,” ujarnya.
Sebagai sumber protein yang tinggi, daging
sapi merupakan barang kebutuhan pokok masyarakat sesuai ketetapan Perpres 71
Tahun 2015. Akibat pandemi COVID-19 ini, permintaan daging sapi dari tingkat
pemotongan di rumah potong hewan (RPH) mengalami penurunan berkisar 20–30 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik
(BPS), saat ini kebutuhan daging sapi nasional sebesar 717.150 ton/tahun atau
setara konsumsi 2,5 kg/kapita/tahun. (Survey VKBP 2017-BPS)
Saat ini, stok daging sapi masih cukup
dengan jumlah sekitar 36.000 ton, termasuk stok di anggota ASPIDI sebesar 3.800
ton. Perum Bulog sendiri masih memiliki stok daging sapi beku sebesar 110 ton.
Guna menjaga ketercukupan stok daging sapi
dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19, Ramadan, dan Lebaran tahun ini,
pemerintah juga telah menambah pasokan impor melalui penugasan BUMN dan swasta.
Sedangkan, untuk meningkatkan penjualan
komoditas pangan di pasar rakyat dan ritel modern, GO-JEK juga akan melakukan
kerja sama dengan APPSI dan APRINDO. Sekitar 20 persen pasar rakyat dan anggota
APRINDO sudah melayani penjualan secara daring.
Dengan adanya nota kesepahaman ini,
diharapkan angka tersebut akan meningkat sehingga memudahkan masyarakat
menjalankan ibadah puasa.




