Moneter.id – PT Multi Bintang Indonesia Tbk.
(MLBI) di kuartal pertama 2020 mencatatkan penurunan laba bersih mencapai
41,58%, dari posisi Rp239,5 miliar menjadi Rp139,92 miliar.
“Perseroan
hanya akan membagikan laba per saham atau earning
per share pada
periode tersebut sebesar Rp66 per saham, turun dibandingkan tahun sebelumnya
sebesar Rp114 per saham,” tulis perseroan dalam siaran persnya di Jakarta,
Selasa (28/4/2020).
Emiten
minuman ini juga mengalami penurunan pada penjualan bersih dimana perseroan
membukukan omzet sebesar Rp627,35 miliar atau turun 17,64% dibanding periode
sebelumnya yang mencapai Rp761,76 miliar.
Penjualan
untuk segmen alkohol sendiri masih menjadi penopang bisnis perseroan dimana
84,27% omzet berasal dari penjualan minuman beralkohol diikuti dengan
pendapatan dari segmen non alkohol yang hanya berkontribusi sebesar 15,73% dari
total pendapatan.
Sementara,
penjualan lokal kepada pihak ketiga masih sangat mendominasi penjualan Multi
Bintang sebesar 99,24% dari total pendapatan, dibanding penjualan ekspor pihak
berelasi dan pihak ketiga yang masing-masing hanya menyumbang 0,54% dan 0,22%
dari total penjualan.
Meski
begitu, produsen Bir Bintang tersebut sudah berusaha menekan komponen beban
diantaranya; beban pokok penjualan hingga 10,55% menjadi Rp247,11 miiliar,
beban penjualan menjadi 5,14% menjadi Rp117,2 miliar serta beban umum dan
administrasi sebesar 7,03% menjadi Rp45,67 miliar.
Namun,
perseroan tidak bisa mengelak dari kerugian penurunan nilai pada piutang usaha
yang muncul pada kuartal I/2020 sebesar Rp37,9 miliar.
Pada periode tiga
bulan pertama tahun 2020, terjadi lonjakan pos liabilitas mencapai 59,57%
menjadi Rp2,79 triliun dibandingkan jumlah liabilitas pada akhir tahun 2019
sebesar Rp1,75 triliun.




