Moneter.id
–
BNI Syariah melakukan penandatangan akad plafon pembiayaan investasi dengan PT
Pertamina Trans Kontinental senilai Rp175 miliar, Kamis (1/10).
Pembiayaan investasi 1 unit kapal transko taurus small
II Tanker ini dilakukan dengan skema refinancing syariah sedangkan untuk 2 unit
kapal harbour tug 3200HP dilakukan dengan akad musyarakah.
Acara penandatangan akad
pembiayaan investasi yang digelar sirkuler di dua tempat berbeda secara online.
Hadir pada kesempatan ini Direktur Utama PT Pertamina
Trans Kontinental, Nepos MT Pakpahan; Direktur Keuangan dan SDM PT Pertamina
Trans Kontinental, Azwani; dan Pemimpin Divisi Komersial BNI Syariah, Daryanto
Tri Sumardono.
Pemimpin Divisi Komersial
BNI Syariah, Daryanto Tri Sumardono berharap dengan pembiayaan investasi ini
bisa mewujudkan program pengadaan kapal PT Pertamina Trans Kontinental.
“Dengan pembiayaan pengadaan kapal ini harapannya bisa
menunjang kinerja operasi dan keuangan Pertamina Trans Kontinental,” kata
Daryanto, Kamis (1/10/2020).
Hal ini sesuai
dengan valueproposition BNI
Syariah yaitu Hasanah Banking Partner, dimana BNI Syariah
berkomitmen untuk memajukan ekonomi melalui dukungan kepada PT Pertamina Trans
Kontinental untuk investasi pembiayaan pembangunan kapal.
Direktur Utama PT
Pertamina Trans Kontinental, Nepos MT Pakpahan berharap kerjasama ini bisa
berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada kendala. “Sehingga tidak saja
memberikan keuntungan bagi PT Pertamina Trans Kontinental tapi juga bagi BNI
Syariah,”kata Nepos.
Kerjasama PT Pertamina
Trans Kontinental dengan BNI Syariah juga diharapkan bisa meningkatkan bisnis
industri galangan kapal. Sehingga dalam jangka panjang bisa ikut membantu
menggerakkan ekonomi, menyerap tenaga kerja dan menunjang operasional PT
Pertamina (Persero) dalam distribusi bahan bakar minyak ke seluruh pelabuhan.
Meskipun terjadi pandemi
COVID-19, per Juni 2020 realisasi pembiayaan komersial, middle, dan small BNI Syariah
mencapai Rp13,6 triliun.
Mayoritas pembiayaan komersial BNI Syariah disalurkan
ke beberapa sektor industri antara lain konstruksi, listrik, gas air, industri
pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran dan jasa dunia usaha.




