Moneter.id
–
Emiten produk sanitari PT Uni-charm Indonesia Tbk. (UCID) membukukan pendapatan
sebesar Rp6,2 triliun di kuartal III/2020. Pendapatan ini turun tipis 0,83%
secara year-on-year (yoy).
Perseroan mencatatkan penurunan laba bersih 39,3%
menjadi Rp199,84 miliar yang diakibatkan oleh kerugian selisih kurs yang
membengkak hingga Rp143,37 miliar sepanjang periode tersebut.
“Bisnis UCID masih ditopang oleh penjualan diapers
atau popok yang berkontribusi 95,24% terhadap pemasukan perseroan hingga periode
kuartal ketiga tahun 2020,” tulis perseroan dalam laporan keuangan yang
dipublikasikan di Jakarta, Minggu (15/11/2020).
Untuk
segmen penjualan non diapers atau bukan pokok mencatatkan pertumbuhan
pendapatan sebesar 20,49% secara tahunan, meskipun kontribusi segmen tersebut
terhadap pendapatan hanya sebesar 4,76%.
Berdasarkan posisi keuangan, pos liabilitas perseroan
naik 5,76% dibandingkan posisi akhir tahun 2019 menjadi Rp4,2 triliun, diikuti
dengan peningkatan tipis pos ekuitas 0,7% dibandingkan akhir tahun lalu menjadi
Rp4,37 triliun.
Hal
ini pada akhirnya membuat aset perseroan tercatat menjadi Rp8,57 triliun, naik
3,12% dibandingkan akhir tahun 2019 lalu. Di samping itu, kas dan setara kas
perseroan juga naik signifikan menjadi Rp1,93 triliun disebabkan oleh tingginya
arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi.
Untuk
memacu pertumbuhan penjualan di sisa akhir tahun ini, perseroan akan memperluas
cakupan bisnisnya dengan berjualan lewat e-commerce.
Asal tahu saja, perseroan memperoleh dana segar
IPO sebesar Rp 1,2 triliun. Uni-Charm menggunakan 64,6% dari dana
tersebut untuk kebutuhan belanja modal seperti pembelian fasilitas produksi
baru dan peremajaan fasilitas produksi.




