Moneter.id
–
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 1
triliun pada tahun 2021 mendatang.
Kata Direktur Keuangan Kalbe Farma, Bernadus Karmin
Winata, besaran capex tersebut (Rp 1 triliun) akan sama dengan tahun 2022 dan
2023. Pasalnya, capex dalam jumlah besar yakni Rp 1,5 triliun pernah
digelontorkan di tahun 2019.
“Perseroan juga menargetkan pertumbuhan pendapatan di
2021 di atas pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah,” ucapnya.
Jika pemerintah menargetkan ekonomi tumbuh di kisaran
5% pada tahun depan, maka emiten farmasi ini akan tumbuh di atas 5%, bisa plus
2% atau 3%.
Sementara Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius
menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, pihaknya akan
terus meningkatkan pemanfaatan platform online dan teknologi digital untuk
menunjang pertumbuhan bisnis.
Inovasi tersebut terlihat dari adanya konsultasi
online lewat Klik Dokter, pemberian resep obat secara online, dan pengiriman
obat maupun produk kesehatan dengan menggandeng pihak ketiga.
“Jadi, kami harus mengombinasikan mana yang bisa
dilakukan secara offline
dan mana yang online,” ujarnya.
Terkait vaksin Covid-19, perseroan bersama Genexine
akan melakukan uji klinis fase kedua. Vaksin kerja sama dengan perusahaan asal
Korea Selatan dengan konsorsium Universitas Indonesia, LIPI, IDI hingga
Kementerian Kesehatan akan dilakukan pada kuartal I/2021 dengan berkoordinasi
dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menentukan kelanjutan
protokol uji klinis fase kedua.
“Jika proses uji klinis berjalan dengan baik,
perseroan berharap sudah mendapat izin emergency use untuk
vaksin tersebut dari BPOM pada kuartal III/2021,” tutup Vidjongtius.




