Minggu, Maret 1, 2026

Bikin Untung atau Buntung Trading di Platform Pertukaran Aset Krypto?

Must Read

Moneter.id –  Memasuki tahun
2021, mata uang kripto alias
 cryptocurrency Bitcoin mencatat rekor tertingginya dengan nilai
Rp483,54 juta per 1 Bitcoin pada Minggu (3/1/21).

Tren positif kenaikan Bitcoin secara berturut-turut di awal tahun ini
menjadi bukti meningkatnya kepercayaan publik atas aset kripto sebagai salah
satu pilihan investasi yang menjanjikan, khususnya di masa pandemi ini. Momen
ini pun menjadi kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin memulai investasi
dalam trading aset kripto tanpa perlu khawatir secara berlebih.

Baca juga: Harga Bitcoin Melonjak, CEO Tokocrypto: Keuntungan Menanti

 

Aset kripto memang tergolong instrumen investasi baru dan masih diperlukan
edukasi secara menyeluruh bagi market Indonesia terkait trading aset kripto
yang aman dan terpercaya.

Dilansir dari keterangan resmi Tokocrypto
yang diterima, Senin (4/1/21),ada beberapa hal yang perlu dipahami bagi para
calon trader sebelum mulai terjun di investasi aset kripto,
antara lain:

Memastikan Legalitas Exchange

Saat menentukan untuk terjun di investasi aset kripto, pemilihan media
exchange
 untuk melakukan transaksi menjadi penting demi memastikan
keamanan investasi aset. Pastikan exchange yang dipilih legal
dan terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Di Indonesia sendiri, ada 13 exchange yang terdaftar resmi
seperti Tokocrypto, Indodax, Pintu, Luno, Rekeningku dan lainnya.

Jenis Aset Kripto yang Diminati

Sebelum mulai berinvestasi, trader perlu memahami
jenis-jenis mata uang kripto yang beredar di pasaran. Bitcoin (BTC) memang
menjadi favorit, namun masih ada Ethereum (ETH), Ripple (XRP), Tether (USDT),
dan lainnya.

Dengan memahami jenis koin tersebut, calon trader bisa
mengecek ketersediaannya di exchange yang diminati. Misalnya
Tokocrypto menyediakan 34 jenis koin dan Indodax memiliki 110 jenis koin.

Namun perlu diingat oleh trader untuk berhati-hati memilih
koin dalam investasi ini, karena banyak jenis yang belum populer dan pergerakan
harganya sangat agresif.

Besaran Biaya Layanan

Dalam melakukan transaksi perdagangan aset kripto, ada skema biaya layanan
yang dibebankan pada trader yakni biaya pembelian dan
penarikan. Perlu diingat ada beberapa exchange di Indonesia
seperti Tokocrypto, Pintu, dan Luno yang memberikan flat rate untuk
biaya penarikan, namun ada juga yang menggunakan skema persentase sesuai
nominal penarikan seperti Indodax.

Tentunya skema flat rate akan lebih menguntungkan bagi
para trader. Selain itu, ada pula biaya transaksi sebagai market
taker
 yang akan dikenakan kepada para trader.

Biaya market taker merupakan potongan biaya jika trader melakukan
transaksi dengan ikut pada antrian harga yang sudah ada. Misalnya, trader membeli
Bitcoin seharga Rp10 juta melalui Tokocrypto maka dikenakan biaya potong
sebesar 0,1% yakni Rp10 ribu atau jika membeli melalui Indodax dikenakan biaya
0,3% yakni Rp30 ribu.

Baca juga: Indodax Prediksi Harga Bitcoin dan Kripto Bakal Naik

Perhatikan Spread
Harga

Seperti membeli emas, ada spread harga atau selisih harga
jual dan beli yang harus diperhatikan oleh trader. Selisih harga
beli dan jual yang tidak terlalu besar, akan memperluas ruang gerak trader dalam
membuat keputusan atas aset kripto yang dimiliki.

Seperti Tokocrypto misalnya sempat memiliki spread harga
hanya Rp1 saja jika dibandingkan dengan exchange lain
yang spread harganya lebih lebar.

Kelengkapan Fitur Trading
yang Dimiliki

Setiap exchange pasti memiliki fitur trading unggulan yang
ditawarkan kepada trader untuk mendukung aktivitas
transaksinya. Namun, ada beberapa fitur yang penting dan bermanfaat bagi trader seperti
fitur chart harga untuk melakukan analisis, fitur cut
loss 
yang bisa membantu trader membatasi kerugian
harga tertentu, dan fitur short selling untuk memastikan trader tetap
mendapatkan untung meskipun harga aset kripto yang dimiliki sedang mengalami
penurunan. Pastikan exchange yang dipilih oleh trader bisa
memenuhi kebutuhan fitur ini, seperti yang ditawarkan Tokocrypto.

Teknologi Keamanan yang Diterapkan

Hal terakhir yang penting diperhatikan oleh trader adalah
penggunaan teknologi untuk menjamin keamanan transaksi di exchange yang
dipilih. Mayoritas exchange di Indonesia telah menggunakan
standar keamanan seperti Two Factor Authenticator (2FA) dan konfirmasi lewat
email dan sms.

Namun, trader bisa lebih memastikan keamanan exchange tersebut
dari website yang mendokumentasikan tes keamanan exchange seluruh
dunia seperti coingecko atau cer live.

Tokocrypto misalnya mendapatkan support teknologi Binance Cloud yang teruji
sebagai salah satu exchange dengan rating (9,35), memastikan
keamanan berlapis yang terjamin jika trader melakukan
transaksi.

Selain itu, dengan memiliki exchange yang terdaftar di
BAPPEBTI, maka hampir dipastikan mereka juga telah memiliki sertifikasi ISO
27001 tentang Sistem Keamanan Informasi dan telah pula terdaftar di Kementerian
Komunikasi dan Informatika.

Saat ini sudah banyak sekali konten-konten tentang cryptocurrency,
blockchain, platform pertukaran aset kripto yang berisi: pengetahuan dasar dan
pengenalan, edukasi media exchange, hingga tutorial investasi aset
kripto yang beredar dalam bentuk teks maupun video interaktif. Konten-konten
ini tentunya akan sangat bermanfaat khususnya bagi trader pemula
yang ingin mengeksplor investasi aset kripto. 

Bitcoin menjadi salah satu komoditas
investasi yang paling menguntungkan dibandingkan instrumen investasi lainnya,
hal ini juga ditegaskan dengan 
harganya yang terus naik lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2020 di
tengah pandemi,” kata
Ketua ASPRAKINDO sekaligus COO Tokocrypto, Teguh
Kurniawan Harmanda. 

Baca juga: CEO Indodax: Saat Dunia Dilanda Pandemi, Harga Bitcoin
Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img