Minggu, Januari 25, 2026

AMKA Targetkan Meraup Pendapatan Rp1,5 Triliun di Tahun 2021

Must Read

Moneter.id

PT Amarta Karya (AMKA) optimistis meraih target pendapatan hingga Rp1,5 triliun
pada 2021. Salah satu caranya dengan merombak strategi dengan mengandalkan
antara lain strategic partnership
(kemitraan strategis) sebagai motor dalam melipatgandakan pendapatan sekaligus
untuk dapat berkontribusi dalam program pemulihan ekonomi nasional.

“Peningkatan pendapatan perusahaan akan diraih
dari tender-tender yang diselenggarakan Pemerintah RI di lini bisnis terkuat
AMKA, di mana total potensi pasarnya diperkirakan mencapai Rp4.759 triliun
hingga tahun 2024,”  kata Direktur
Utama AMKA, Nikolas Agung SR di Jakarta, Jumat (26/2).

Kata Agung, merujuk pada Rencana Jangka Menengah
Pemerintah 2020-2024 dan Rancangan Rencana Strategis Kementerian PUPR
2020-2024, pembangkit listrik tercatat mempunyai potensi hingga Rp1.121
triliun, residensial dan komersial berkisar Rp780 triliun, dan airport sekitar
Rp 36 triliun.

Berdasarkan dari data tersebut, lanjut dia, Nikolas
mengatakan bahwa target peningkatan pendapatan di tahun 2021 ini bukan hal yang
muluk untuk dicapai perseroan, meski industri konstruksi tak luput dari
terjangan pandemi Covid-19.

“Kemitraan strategis menjadi salah satu strategi
kunci untuk mengkonversi peluang di situasi yang sarat tantangan ini,”
ujar Nikolas.

Untuk diketahui, ada lima pihak yang menjadi bagian
dari kemitraan strategis AMKA yakni kemitraan dengan penyedia teknologi dan
manufaktur, supplier dan subkontraktor, perusahaan-perusahaan EPC (Engineering, Procurement and Construction), para investor dan institusi
finansial, hingga dengan pelanggan.

Saat ini, AMKA tengah menggarap sejumlah proyek dengan
project creation strategy tersebut.
Beberapa di antaranya adalah pembangunan
main bridge
jalan Tol Trans Sumatera ruas Sigli-Banda Aceh, pembangunan
rusun Pulo Jahe-Jakarta Timur bersama Dinas Perumahan Rakyat & Pemukiman
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan kerja sama dengan PT LG Electronics
Indonesia dalam hal heating, ventilation, and air conditioning (HVAC).

AMKA kini mempunyai empat lini bisnis utama, termasuk
jasa konstruksi gedung, jasa konstruksi infrastruktur, EPC, dan manufaktur
(fabrikasi).

“Kami perlu menciptakan bisnis baru yang bisa
memperkuat empat bisnis utama tersebut, yang dapat menghasilkan recurring income untuk membantu
menyeimbangkan portfolio revenue
perusahaan, sehingga operasi perusahaan lebih sustain ke depan,” ucapnya.

Karena itu, perseroan menjajaki kerja sama dengan
salah satu perusahaan multinasional di bidang migas yang segera berinvestasi di
Indonesia.

“AMKA akan mendukung di lini bisnis EPC dan
Manufaktur-nya. Penandatanganan MoU akan dilakukan dalam waktu dekat. Upaya-upaya
semacam inilah yang ingin AMKA giatkan ke depannya,” ujarnya.

Ia optimistis bahwa dengan strategi yang inovatif dan
efektif maka AMKA, sebagai bagian dari BUMN, dapat bertransformasi menjadi
salah satu perusahaan pelat merah yang dapat diandalkan sehingga mampu
memberikan kontribusi yang signifikan bagi negeri.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img