Moneter.id
–
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menandatangani dua
kontrak paket pekerjaan konstruksi pembangunan Mandalika Urban Tourism Infrastructure Project (MUTIP) senilai
Rp1,7 triliun.
Kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer, hal ini
menunjukkan komitmen kami dalam mempercepat pembangunan Mandalika khususnya
melalui program MUTIP yang dibiayai oleh Asian Infrastructure Investment Bank
(AIIB).
“Kami pastikan pembangunan infrastruktur di Mandalika
terus berjalan, paralel dengan pembangunan street
circuit dan amenitas seperti hotel dan beach
club,” katanya di Mataram, NTB, Selasa (2/3).
Abdulbar menyatakan, melalui penandatanganan kontrak
ini, ITDC memastikan proyek MUTIP tetap berjalan sesuai rencana awal, di tengah
pandemi global COVID-19.
Program MUTIP ini dibiayai secara penuh oleh AIIB dan
merupakan pembiayaan pertama secara mandiri (standalone) yang dilakukan AIIB di Indonesia dan secara global
merupakan pembiayaan pertama AIIB bagi kegiatan pembangunan infrastruktur
pariwisata.
Penandatanganan kontrak paket I antara ITDC dengan joint venture PT PP (Persero), PT Wijaya
Karya (Persero), dan PT Bunga Raya Lestari (BRL)(JVPP-WIKA-BRL).
Melalui kontrak ini, JV PP-WIKA-BRL akan segera
memulai pekerjaan konstruksi infrastruktur dasar di area barat dan tengah The
Mandalika.
Kontrak paket I meliputi pekerjaan infrastruktur dasar
antara lain pekerjaan jaringan jalan lengkap dengan drainase, box utilitas, lanskap dan penerangan
jalan; pekerjaan normalisasi sungai berikut tempat evakuasi sementara dan pintu
air; pekerjaan pembangunan fasilitas amenity
core dan gerbang kawasan; serta pembangunan jaringan pipa air bersih,
jaringan pipa air kotor, dan jaringan pipa air irigasi berikut kelengkapannya.
Untuk kontrak paket II akan ditandatangani pada minggu
ini juga antara ITDC dengan joint operation PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi
Karya (Persero), (JO HK-ADHI), untuk pembangunan infrastruktur dasar di area
timur The Mandalika.
Paket II ini meliputi antara lain pembangunan sarana
dan prasarana jaringan jalan, normalisasi sungai, pembangunan fasilitas amenity core, gerbang kawasan, dan
konstruksi masjid area timur, serta pembangunan jaringan pipa air bersih,
jaringan pipa air kotor, dan jaringan pipa air irigasi berikut kelengkapannya.
Penandatanganan kontrak pekerjaan konstruksi baik oleh
JV PP-WIKA-BRL maupun JO HK-ADHI ini dilakukan setelah melalui proses pengadaan
menggunakan metode international open competitive tender serta telah memenuhi
ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan oleh AIIB sebagai bank pemberi
pinjaman.
Diketahui, ITDC telah memulai percepatan pembangunan
The Mandalika sejak 2016 dan hingga saat ini, telah terbangun infrastruktur
jalan utama kawasan sepanjang empat km beserta fasilitas umum dan fasilitas
sosial seperti Masjid Nurul Bilad dan Kuta Beach Park berikut beach facilities-nya dengan menggunakan
pendanaan dari penyertaan modal negara (PMN) tahun 2015 sebesar Rp250 miliar.
Sementara proyek infrastruktur dasar yang masih
berjalan dan akan selesai pada tahun ini adalah jalan sepanjang 6,7 km dan
jalan kawasan khusus (JKK) dengan mendapatkan dukungan di antaranya dari
pemerintah melalui PMN tahun 2020 sebesar Rp500 miliar, fasilitas pendanaan
melalui program national interest account
(NIA) dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank dan
sindikasi pendanaan dari Himpunan Bank Negara (Himbara).




