Kamis, Februari 19, 2026

Indonesia-UEA Sepakat Kerja Sama di Bidang Ekonomi Kreatif

Must Read

Moneter.id – Indonesia
melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sepakat melakukan kerja sama
dengan Uni Emirat Arab (UEA) dalam pengembangan ekonomi kreatif, khususnya di
subsektor arsitektur, fesyen, desain, seni rupa, dan publikasi. 

Kerja sama ditandai dengan
penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) secara daring antara Menteri Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga
Salahuddin Uno bersama Menteri Kebudayaan dan Pemuda UEA Noura bint Mohammed Al
Kaabi pada Jumat, (5/3/2021) di Manado dan Abu Dhabi.

IEAW 2021 diinisiasi oleh KBRI Abu
Dhabi bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator
Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,
dan berbagai Kementerian/Lembaga terkait sebagai upaya dalam meningkatkan kerja
sama di berbagai bidang antara kedua negara.

“Saya yakin bahwa ikatan
bilateral Indonesia-Uni Emirat Arab akan semakin kuat karena ada perjanjian
G-to-G yang ditandatangani hari ini, dua di antaranya adalah kerja sama di
bidang ekonomi kreatif,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Selain penandatanganan MoU bidang
ekonomi kreatif, di acara IEAW 2021 juga dilakukan penandatanganan Technical
Arrangement WCCE 2021 (TA WCCE 2021) oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan
Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya dengan
Undersecretary MCY (Ministry of Culture and Youth) UAE, Mubarak Al Nakhi secara
virtual.

TA WCCE 2021 bertujuan untuk
mendefinisikan peran dan tanggung jawab di antara para pihak terkait dengan
persiapan dan penyelenggaraan WCCE 2021.

Kata Menparekraf, penyelenggaraan
WCCE 2021 juga bertepatan dengan peringatan International
Year of Creative Economy 2021
(IYoCE 2021) yang merupakan inisiasi
Indonesia dan disepakati sebagai Resolusi PBB pada tahun 2019, yang menekankan
peran penting ekonomi kreatif dalam mendorong tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Saya sependapat bahwa WCCE 2021
dan program-program yang akan datang akan mengusung semangat ‘Inclusively Creative’, dimana ekonomi
kreatif mendobrak semua batas lokasi geografis, modal, gender, di antara banyak
kendala konvensional lainnya,” ujar Sandiaga.

Lebih jauh lagi, katanya semangat ‘Inclusively Creative’ ini sangat
relevan dengan semua tantangan dan peluang dari situasi pandemi global saat ini
dan seterusnya.

“Saya optimistis, ekonomi kreatif
akan memimpin dan menawarkan berbagai solusi kepada kita dalam beradaptasi
dengan dunia baru ini, terutama terkait dengan terakselerasinya digitalisasi
yang kuat,” kata Sandiaga. 

Menparekraf berharap Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Ministry of Culture and Youth UEA untuk
melaksanakan MoU, bertukar pikiran, dan melaksanakan program, untuk kepentingan
masyarakat.

“Saya mendoakan setiap
kesuksesan acara ini dan saya berharap untuk menyaksikan penyelenggaraan WCCE
2021 yang sukses di Dubai,” ujarnya.

Sementara, Menteri Kebudayaan dan
Pemuda UEA, Noura Bint Mohammed Al Kaabi, mengatakan Uni Emirat Arab dan
Indonesia merupakan contoh dari keberagaman agama dan budaya, toleransi, dan
moderasi.

“Nilai-nilai tersebut yang
mengikat kami dan memudahkan kami untuk bekerja sama mencapai kepentingan
bersama, khususnya berkaitan dengan ekonomi kreatif, yang merupakan pilar dari
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sebagaimana saat ini dunia sedang
menghadapi situasi yang menantang karena adanya pandemi COVID-19, kita perlu
mengubah tantangan tersebut menjadi peluang untuk inovasi,” kata dia. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Perkuat Infrastruktur dan Layanan Publik, PT SMI Kucurkan Pembiayaan Rp765 Miliar untuk Kabupaten Gianyar

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI kembali menunjukkan komitmennya dalam mengakselerasi pembangunan daerah melalui penyaluran pembiayaan sebesar...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img