Moneter.id
–
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 di kisaran 5
persen.
“Harus tercapai 5 persen,” kata Presiden Joko Widodo
(Jokowi) saat membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan Tahun 2021
dari Istana Negara, Jakarta, akhir pekan lalu.
Presiden Jokowi menekankan tahun ini adalah tahun
pemulihan ekonomi, setelah pada 2020 pertumbuhan ekonomi domestik terjerembab
ke level minus 2,07 persen (year on year/yoy).
“Target growth
(pertumbuhan) yang ada di APBN sebesar 5 persen itu harus betul-betul tercapai.
Tahun 2021 adalah tahun pemulihan yang harus dilandasi dengan optimisme,”
ujarnya.
Presiden menyadari target pertumbuhan ekonomi pada
tahun ini tidak mudah. Maka itu, dia minta jajaran Kementerian Perdagangan
(Kemendag) untuk bekerja lebih keras dan meninggalkan cara-cara kerja yang
normatif.
“Kemendag harus mengeluarkan terobosan kebijakan yang
kreatif dan inovatif untuk mendorong pemulihan ekonomi,” ujarnya.
“Saya minta semuanya bekerja keras, dan saya minta agar
kebijakan perdagangan memberikan kontribusi agenda strategis pemulihan nasional
kita,” ucapnya.
“Kita harus bekerja dengan cara-cara baru karena
semuanya memang berubah, meninggalkan cara-cara lama,” kata Presiden.
Kemendag, ucap Presiden, harus mampu menjaga
ketersediaan bahan-bahan pokok dan stabilitas harga. Hal itu harus terlaksana
bukan hanya di kota-kota besar, namun seluruh pelosok negeri.
Kemendag juga diminta untuk mengatur perdagangan
digital agar tercipta ekosistem perdagangan daring yang bermanfaat dan
berkeadilan.
“Transformasi digital harus dapat menjaga kedaulatan
dan kemandirian bangsa. Dan kita Indonesia tidak boleh jadi korban perdagangan
digital yang tak adil,” kata Jokowi.
Selain itu, Kepala Negara juga meminta Kemendag terus
memperluas pasar ekspor Indonesia ke nagara-negara non-tradisional.
Negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang prospektif seperti di Afrika,
Asia Selatan, Eropa Timur perlu dibidik untuk menjadi negara sasaran ekspor.
“Saya minta pasar-pasar non-tradisional harus
diperluas. Ini bertahun-tahun selalu kita arahnya Uni Eropa, Amerika. Jangan
terjebak pada pasar ekspor yang itu-itu saja. Sekarang tumbuh pasar-pasar baru
yang harus digarap serius,” kata Presiden Jokowi.




