Moneter.id
–
PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (Maybank Indonesia atau Bank) mencatatkan laba
sebelum pajak (PBT) sebesar Rp501 miliar di kuartal I/2021. Angka ini turun
31,8% dibanding tahun sebelumnya.
“Untuk laba bersih setelah pajak dan kepentingan non
pengendali (PATAMI) turun dari Rp538 miliar di kuartal I 2020 menjadi Rp381
miliar di kuartal I 2021. Hal ini disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 yang
berkelanjutan sejak kuartal I 2020,” tulis perseroan diketerangan resminya,
Selasa (4/5).
Tulisnya, dilihat kuartal per kuartal perseroan
berhasil membukukan peningkatan PATAMI sebesar 127,6% didukung upaya Bank yang
secara selektif, memanfaatkan peluang pasar yang tengah bertumbuh melalui
layanan perbankan digital.
Credit cost (biaya
kredit) juga menurun dibanding kuartal sebelumnya, seiring kebijakan Bank yang
tetap disiplin dalam menjaga kualitas asetnya.
Net
Interest Income (NII) atau pendapatan bunga bersih
juga menurun sebesar 13,7% menjadi Rp1,7 triliun oleh karena menurunnya loan balance (saldo kredit) sementara Bank juga
melihat adanya perbaikan kredit.
Net Interest Margin (NIM),
atau Margin Bunga Bersih juga turun sebesar 61 basis poin menjadi 4,35% di
kuartal I 2021, dibandingkan 4,96% pada Maret 2020 sebagai akibat dari
penurunan imbal hasil kredit.
Penurunan imbal hasil kredit ini seiring dengan
turunnya suku bunga Bank Indonesia dan sebagai akibat dari program
restrukturisasi kredit kepada nasabah yang bisnisnya terdampak pandemi.
Selain itu, Bank berhasil menurunkan biaya bunga (cost of funds) sebesar 126 basis poin dengan
berfokus pada pertumbuhan likuiditas CASA untuk menjaga tekanan pada marjin.
Fee-based
income turun 24% menjadi Rp453 Miliar akibat menurunnya fee income terkait Global Market.
Turunnya pendapatan fee-based tertahan
oleh naiknya pendapatan fees terkait Bancassurance dan Wealth
Management sebesar 89,7% menjadi Rp65 miliar dan 33,8% menjadi
Rp40 miliar.
Pada kuartal I tahun 2021, penyalurkan kredit perseroan
turun 17,2% menjadi Rp101,7 triliun per 31 Maret 2021 dibanding Rp122,9 triliun
per 31 Maret 2020.




