Minggu, April 26, 2026

OJK Regional 2 sebut penyaluran kredit perbankan di Jabar naik 5,46 persen

Must Read

Moneter.id

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat (Jabar) menyatakan
penyaluran kredit perbankan di Jawa Barat tumbuh 5,46 persen pada triwulan I/2021.

“Hal ini menjadikannya sebagai penyumbang
pembiayaan terbesar nasional,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Regional 2 Jawa Barat Indarto Budiwitono di Bandung, Rabu (5/5).

Kata Indarto, secara umum pembiayaan perbankan di
Jabar tumbuh positif dan pembiayaan dari 68 bank umum dan bank umum syariah
yang beroperasi di wilayah ini per Maret 2021 mencapai Rp484 triliun.

“Angka tersebut tumbuh 5,80 persen dibandingkan
catatan pada periode yang sama tahun lalu,” kata dia.

Pembiayaan dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang
beroperasi di Jabar, yakni BJB, Bank DKI, Bank Sumatra Barat, dan Bank Banten
mencapai Rp56,1 triliun atau tumbuh 5,93 persen dibandingkan tahun lalu.

Namun, kata dia, untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
dan BPR Syariah kondisinya berbeda dan pembiayaan yang disalurkan justru
mengalami koreksi minus 3,52 persen jika dibandingkan setahun yang lalu.

“Untuk pembiayaan perbankan di Jabar per Maret
2021 tumbuh 5,46 persen. Sementara 
nasional justru mengalami koreksi minus 3,77 persen (yoy),” kata
dia.

Menurut dia dari total pembiayaan yang disalurkan
tersebut sekitar 24,2 persen terserap untuk kepemilikan rumah tinggal, kemudian
perdagangan (18,4 persen) serta pembiayaan multiguna (17,15 persen).

Penyaluran pembiayaan di Jabar didominasi pembiayaan
dari Bank Buku IV senilai Rp 256 triliun sedangkan dari sisi sektor, sektor
transportasi, jasa pengiriman, dan komunikasi mengalami pertumbuhan 57 persen.

“Hal ini didorong meningkatnya jual beli online
dan penerapan work from home yang menggantungkan jaringan komunikasi
internet,” katanya.

Dia mengatakan tidak hanya dari sisi pembiayaan, asset
dan Dana Pihak Ketiga (DPK) di wilayah ini juga tumbuh positif. DPK mampu
tumbuh 9,08 persen, sementara asset tercatat tumbuh 11,19 persen.

Akan tetapi, lanjut dia, ada satu hal yang menjadi perhatian
pihaknya yakni angka Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah.

Meskipun angka NPL per Maret 2021 masih terjaga di
level 4,23 persen tapi mengalami sedikit peningkatan dibandingkan posisi
Februari yang tercatat 4,13 persen.

“Padahal pandemi masih berlanjut dan belum tahu
apakah setelah Lebaran nanti akan seperti apa sehingga tentu menjadi atensi
kami,” ujarnya.

Sementara dari sisi kredit macet, di tahun 2021ini
diperkirakan masih akan naik dikarenakan sejumlah kebijakan pemerintah. “Angka
kredit macet untuk perbankan di Jawa Barat berada di level 4,23 persen, atau
naik dari posisi Februari di angka 4,13 persen,” ucap Indarto.

Meski demikian, penyaluran kredit hingga Februari 2021
tumbuh mencapai 4,70 persen secara tahunan.

“Harus diwaspadai masih tingginya nilai Non
Performing Loan (NPL) atau kredit macet meski pandemi masih berlangsung. Kami
belum tahu setelah lebaran ini seperti apa 
karena ada pembatasan mudik juga kan,” kata Indarto.

  

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Grand Indonesia Jadi Lokasi LEGO® Store Terbesar di Asia Tenggara

EGO® Group Indonesia, bekerja sama dengan MAP Active, meresmikan pembukaan LEGO Certified Store terbarunya di lantai 5 Grand Indonesia...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img