Kamis, Januari 15, 2026

Baru berumur jagung, BSI dinobatkan sebagai bank terbaik versi Forbes

Must Read

Moneter.id

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) dinobatkan sebagai salah satu bank terbaik
di dunia atau The World’s Best Banks 2021 oleh Forbes. Meski baru efektif
beroperasi sekitar tiga bulan pasca penggabungan tiga bank syariah milik
Himbara, Forbes menilai BSI memenuhi lima kriteria penilaian.

Mengutip laman Forbes, penyematan The World’s Best
Banks tersebut mengacu pada hasil survei yang dilakukan terhadap lebih dari 43
ribu konsumen yang mewakili 28 negara, atas lima kriteria penilaian berbeda
yaitu trust, terms and conditions,
customer services, digital services,
dan financial advice.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan pencapaian
itu menjadi motivasi perseroan untuk senantiasa meningkatkan layanan kepada
nasabah dan masyarakat luas, dan mendorong pengembangan ekonomi syariah demi
kesejahteraan umat di masa mendatang.

Pihaknya akan berkomitmen pada kemaslahatan umat
dengan mengusung beragam agenda sustainable
finance
seperti program ekonomi desa, ketahanan pangan, beasiswa sociopreneur, keberpihakan kepada UMKM
serta berperan aktif dan terdepan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Kami terus berkomitmen untuk menjadi bank yang
inklusif, memajukan ekonomi Syariah di Tanah Air dan membawa Indonesia menjadi
pusat gravitasi ekonomi syariah di lingkup regional dan global. Pengakuan dari
Forbes ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja keras mewujudkan hal
tersebut,” ungkap Hery disiaran pers yang diterima Moneter.id di Jakarta, Rabu
(26/5).

Sebelumnya, BSI mencatatkan laba bersih Rp742 miliar
pada triwulan I/2021. Raihan itu naik 12,85% dibandingkan dengan periode yang
sama pada 2020 sebesar Rp657 miliar. Kenaikan kinerja tersebut didorong oleh
peningkatan pendapatan margin dan bagi hasil sebesar 5,16% secara year-on-year
(yoy).

Selain itu kenaikan laba perusahaan juga dipengaruhi
ekspansi pembiayaan dan kenaikan dana murah yang optimal, sehingga mendorong
biaya dana yang harus ditanggung perusahaan menjadi lebih baik dari tahun lalu.

Hingga akhir Maret 2021 pembiayaan yang disalurkan BSI
telah mencapai Rp159 triliun, naik 14,47% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut
diikuti terjaganya kualitas pembiayaan yang disalurkan BSI.

Pada kuartal I/2021, rasio NPF gross BSI ada di
kisaran 3,09% atau turun dari posisi setahun lalu yaitu 3,25%. Untuk
meningkatkan prinsip kehati-hatian, BSI telah mencadangkan cash coverage sebesar 137,48% hingga Maret 2021.

Dari sisi liabilitas, BSI mengelola Dana Pihak Ketiga
(DPK) sebesar Rp205,5 triliun. Jumlah tersebut naik 14,3% secara tahunan.
Pertumbuhan itu didorong meningkatnya dana murah berupa giro dan tabungan yang
dikelola perusahaan sebesar 14,73%.

Per Maret 2021, rasio dana murah (CASA) yang dihimpun
BSI mencapai 57,76 persen dibanding total DPK, naik dari posisi triwulan I/2020
yang ada di angka 57,54 persen.

Selain itu volume transaksi kanal digital BSI tercatat
tumbuh signifikan hingga nilainya mencapai Rp40,85 triliun atau naik 43,4%
secara tahunan. Kontribusi terbesar pertumbuhan volume transaksi digital BSI
berasal dari layanan BSI Mobile yang naik 82,53 persen secara tahunan menjadi
Rp17,3 triliun.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img