Moneter.id –
Sepanjang 2020, PT Akulaku Finance Indonesia menghemat Rp7,2 miliar dari
penggunaan kertas yang mencapai 14,7 juta ton. Hal ini dikarenakan perseroan
telah menerapkan digitalisasi pembiayaan.
Kata Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia
Efrinal Sinaga, digitalisasi pembiayaan merupakan bagian integral dari upaya
perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan, mewujudkan inklusi keuangan
serta melek teknologi.
“Sebagai perusahaan pembiayaan yang berbasis
digital, perusahaan ingin memastikan keseluruhan proses bisnis dapat mendukung
konsep keberlanjutan yang mengedepankan aspek Planet, People, Profit (3P),”
ucapnya, Rabu (9/6).
Menurutnya, salah satu manfaat nyata dari
pengadaptasian konsep 3P ini dalam sistem operasional perusahaan adalah dengan
berkurangnya penggunaan kertas secara signifikan atau paperless, dan secara
otomatis juga menjadi lebih efisien bagi konsumen dan perusahaan.
“Perseroan turut serta berkontribusi positif menjaga
lingkungan hidup dengan cara menekan penggunaan lembaran kertas di dalam rantai
proses pembiayaan yang dilakukan,” paparnya.
Keberhasilan pengurangan penggunaan kertas tersebut
merupakan salah satu inisiatif perusahaan di dalam mewujudkan prinsip keberlanjutan
dalam konteks go green financing.
Dokumen kertas adalah hal yang tak terpisahkan dari
operasional dan bisnis proses industri pembiayaan, karena setiap transaksi
pembiayaan akan memerlukan berlembar-lembar dokumen.
“Namun berkat adanya pengadopsian teknologi,
Akulaku Finance telah melakukan reengineering
business process dan bertransformasi dengan merubah proses transaksi yang
biasanya menggunakan dokumen kertas menjadi secara digital,” ujar Efrinal.




