Kamis, Januari 15, 2026

Proyek hilirisasi di Muara Enim bakal ubah 6 juta ton batu bara jadi 1,4 juta ton DME per tahunnya

Must Read

Moneter
Proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim,
Sumatera Selatan (Sumsel) akan mengubah 6 juta ton batu bara menjadi 1,4 juta
ton DME setiap tahun. 
Demikian disampaikan Direktur Pengembangan Usaha PT
Bukit Asam Tbk Rafli Yandra, Senin (24/1/2022).

“Kami berharap dengan dukungan Bapak Presiden beserta
dengan kementerian dan lembaga yang terkait, pembangunan pabrik DME ini akan
berjalan dengan lancar,” ujar Rafli.

Proyek hilirisasi batu bara di Muara Enim merupakan
kerja sama antara PT Bukit Asam Tbk, PT Pertamina Persero, dan investor asal
Amerika Serikat, Air Products. “Nilai proyek tersebut mencapai 2,1 juta dolar
AS atau setara dengan Rp30 triliun,” ucap Rafli.

Baca
juga:
 Presiden Jokowi : Stop impor LNG dan beralih ke DME
bisa lebih hemat

Diketahui, Presiden Jokowi resmi memulai pembangunan
proyek hilirisasi batu bara menjadi produk DME di Muara Enim. Produk DME
tersebut diharapkan dapat menggantikan Liquid
Petroleum Gas
(LPG) yang selama ini kerap diimpor dengan nilai Rp80 triliun
per tahun.

“Kita memiliki bahan bakunya, raw material-nya (bahan mentah), yaitu batu bara yang diubah
menjadi DME. Hampir mirip dengan LPG, tadi saya sudah melihat bagaimana api
dari DME untuk masak, api dari LPG untuk masak, sama saja,” ujar Presiden.

“Proyek hilirisasi dan industrialisasi sumber daya
alam sangatlah penting, agar Indonesia mampu mengurangi impor,” ucap Kepala
Negara.

Impor untuk LPG, kata Presiden, setiap tahun mencapai
Rp80 triliun dari kebutuhan yang sebesar Rp100 triliun. Untuk bisa dikonsumsi
masyarakat, pemerintah juga harus menyalurkan subsidi hingga Rp60-70 triliun. “Apakah
ini mau kita teruskan? impor terus? ,” ujarnya.

Karena itu, Presiden mendorong program hilirisasi
sumber daya alam di dalam negeri agar dapat menghasilkan produk bernilai tambah
yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Kalau ini dilakukan, ini saja, yang di Bukit Asam
(PT. Bukit Asam Tbk) yang kerja sama dengan Pertamina (PT Pertamina Persero)
dan Air Product (Air Products &
Chemicals
) ini, bisa mengurangi subsidi dari APBN itu Rp7 triliun,” jelas
Presiden.

Jika impor dapat terus dikurangi, kata Presiden, maka
neraca barang dan jasa yang terekam dalam neraca transaksi berjalan akan terus
membaik. Karena itu, proyek hilirisasi batu bara ini diharapkan dapat
mengurangi impor gas.

“Ini yang terus kita kejar. Selain bisa memperbaiki
neraca perdagangan kita karena tidak impor, memperbaiki neraca transaksi
berjalan kita juga karena tidak impor,” kata Presiden Jokowi.

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img