Moneter
–
Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan PT AAPC Indonesia (Accor) dan PT
Bank Negara Indonesia (BNI) untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM) agar bangkit
akibat pandemi Covid-19.
Penandatangani perjanjian kerja sama dilakukan secara
langsung oleh Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Ida
Rustini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung
Tarmin, General Manager Novotel Bangka Hotel and Convention Center Golly Lutfi,
dan Pemimpin BNI Wilayah 03 Agung Kurniawan di Bangka, Bangka Belitung, Rabu
(23/2/2022).
Penandatanganan juga disaksikan secara langsung oleh
Staff Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga
Syailendra, Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman, dan secara
virtual oleh Senior Vice President Operations and Government Relations Accor
Indonesia & Malaysia Adi Satria.
“Sinergi ini merupakan langkah konkret dukungan kepada
para pelaku UKM sebagai tulang punggung dan penggerak ekonomi domestik untuk
pulih dari dampat pandemi Covid-19,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam
Negeri Oke Nurwan pada kesempatan terpisah.
“Kami sangat optimis kemitraan ini dapat menjadi
praktik terbaik dalam mendorong pelaku UKM lainnya untuk terus berinovasi dan
berkreasi dalam memenuhi kebutuhan pasar. Khususnya untuk mendukung program
Bangga Buatan Indonesia,” kata Staff Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim
Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Syailendra.
Pemberdayaan UKM, lanjut Syailendra, tidak dapat
direalisasikan tanpa adanya kerja sama yang solid dan kontinu dari berbagai
pihak. “Kami harap semangat dalam kegiatan ini dapat menjangkau dan
dimanfaatkan oleh seluruh UKM di Indonesia secara inklusif,” imbuhnya.
Syailendera juga menjelaskan, Kemendag selaku
regulator dan fasilitator ekonomi masyarakat akan memberikan dukungan penuh
dalam mengeluarkan kebijakan fasilitatif yang mendukung UKM.
“Diharapkan berbagai upaya yang dilakukan Kemendag
bersama mitra akan dapat memberikan kepastian dalam kegiatan produksi dan
peningkatan akses pasar produk UKM secara berkelanjutan,” kata Syailendra.
Pada kegiatan kali ini, lanjut Syailendra, sebanyak
sembilan UKM yang telah lolos kurasi akan bekerja sama dengan jaringan Accor.
Tiga diantaranya juga mendapatkan bantuan permodalan dari BNI sebesar Rp500
juta. “Kebutuhan hotel atas produk UKM ke depannya dapat terus ditingkatkan.
Kegiatan ini diharapkan akan berlanjut di sejumlah provinsi lainnya,” kata
Syailendra.
Syailendra juga menyampaikan apresiasinya kepada Accor,
BNI, Pemprov Bangka Belitung, dan Disperindag Bangka atas kolaborasi yang baik
dan dukungan penuh dalam mensukseskan program pemerintah terkait peningkatan
dan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan UKM.
“Terima kasih atas dukungan seluruh mitra. Kegiatan
dilakukan sesuai yang diamanatkan Presiden Jokowi yaitu memastikan memastikan
serapan hasil produksi UKM melalui kerja sama antara Kementerian Lembaga, BUMN,
dan/atau pemerintah daerah,” tambah Syailendra.
Sementara itu, Chief
Executive Officer Accor Southeast Asia, Japan, and South Korea Garth
Simmons menuturkan, kegiatan ini dilakukan sebagai komitmen Accor sebagai
pelaku industri perhotelan dalam menyukseskan program pemerintah khususnya
dalam sektor perdagangan.
“Kami berharap dapat berperan aktif dalam
memberdayakan UKM dengan melakukan kurasi produk-produk yang akan dimanfaatkan
untuk seluruh hotel-hotel kami. Accor juga memprioritaskan keamanan dan
kenyamanan yang diterapkan secara konsisten saat tamu berada di lingkungan
hotel, ALLSAFE yaitu label kebersihan dan higienitas global Accor,” jelas
Garth.
Garth menambahkan, Accor
juga mengupayakan mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia melalui kerja sama
ini. “Diharapkan sinergi dan kolaborasi ini memberikan banyak manfaat bagi
semua pihak untuk mendorong pemulihan pariwisata Indonesia, khususnya sektor
perhotelan,” imbuhnya.




