Senin, Januari 26, 2026

OVO Terus Pacu Digitalisasi UMKM di Indonesia

Must Read

Moneter Bergabungnya usaha
mikro kecil menengah
(UMKM) dalam ekosistem digital OVO telah
membawa berbagai peluang.
Demikian disampaikan Presiden Direktur OVO, Karaniya
Dharmasaputra
dalam
acara
Kuliah Umum dan Diskusi Panel Digitalisasi UMKM: Daya Dorong
Ekosistem Digital & Demokratisasi Ekonomi Indonesia yang diselenggarakan
bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berlangsung secara hybrid
, Selasa (8/3/2022).

Berdasarkan survei yang dilakukan CORE Indonesia
bersama OVO terhadap 2.001 pelaku UMKM mitra OVO ditemukan bahwa mereka
mencatat peningkatan pendapatan bulanan hingga 27 persen dan pendapatan harian
mencapai 30 persen.

“Data-data tersebut
menggarisbawahi potensi besar ekosistem digital dalam mendorong demokratisasi ekonomi
nasional di sektor UMKM
,”
ucapnya.

Selain memberi manfaat
besar bagi pengguna,
kata
Karaniya,
kehadiran OVO telah
terbukti memiliki dampak yang besar bagi para merchant.

Baca juga : OVO Berkomitmen Tingkatkan SDM dan Edukasi Perlindungan
Data Pribadi di Indonesia

Saat ini, OVO sudah
memiliki lebih dari 1,3 juta
merchant yang
terhubung dengan standar koder QR Nasional (QRIS), di mana 95 persen lebih
merupakan UMKM.

“Dalam
s
urvei CORE tersebut,
memetakan dampak positif ekosistem digital terhadap inklusi keuangan pelaku UMKM,
di mana 85 persen pelaku mulai mengenal layanan perbankan sejak menerima OVO,
dan 68 persen memiliki akses lebih luas terhadap layanan keuangan
,” papar Karaniya.

Sementara itu, Menteri
Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menekankan pentingnya digitalisasi
UMKM  dalam rangka mendukung transformasi
ekonomi berbasis digital sebagai salah satu agenda utama Presidensi G20
Indonesia.

Pada tahun 2022 ini, pemerintah telah menganggarkan Rp455,62
triliun dalam Program Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN)
untuk tahun 2022. Anggaran tersebut terdiri dari
klaster
kesehatan sebesar Rp122,5 triliun, perlindungan masyarakat sebesar Rp154,8
triliun dan klaster penguatan pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp178,3
triliun.

“Untuk penguatan digital, pemerintah
mengalokasikan Rp13 triliun dari PEN 2022 untuk mempercepat pembangunan

infrastruktur digital, termasuk di sejumlah destinasi prioritas. Harapannya,
semakin banyak UMKM di berbagai wilayah prioritas dapat masuk ke dalam
ekosistem digital dan menjadi pondasi yang penting untuk pemulihan ekonomi
nasional,” kata Airlangga.

Pendiri CORE Indonesia dan ekonom senior, Hendri Saparini Ph.D.,
juga menyebutkan digitalisasi telah menyelamatkan Indonesia selama pandemi
serta menciptakan peluang untuk tumbuh lebih inklusif.

“Digitalisasi
membantu UMKM untuk terus bergerak di tengah pemulihan ekonomi nasional.
Masyarakat dapat dengan mudah berbelanja di UMKM berkat adanya platform
digital. Pemerintah Indonesia perlu terus mendorong investasi skala kecil
menengah sebagai upaya menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini bisa dilakukan
untuk menjaga daya beli masyarakat hingga UMKM dapat terus b
ergerak dan naik kelas,”
tutur Hendri. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img