Kamis, Maret 12, 2026

Rugi Usaha Garuda Indonesia Naik di Tahun 2021

Must Read

MONETER – Emiten maskapai penerbangan plat merah, PT Garuda
Indonesia Tbk (GIAA) membukukan rugi usaha sebesar US$ 3,96 miliar di tahun
2021, lebih tinggi dari rugi usaha tahun 2020 yang sebesar US$ 2,20 miliar.

 

“Untuk rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk di 2021, GIAA mencatatkan nilai sebesar US$ 4,15 miliar atau
hampir Rp 62 triliun, melonjak 70% dari tahun 2020 yang sebesar US$ 2,44 miliar
atau sekitar Rp 36,4 triliun,” tulis perseroan diketerangan resminya di Jakarta,
Rabu (13/7/2022).

 

Tulisnya, perseroan juga membukukan pendapatan usaha
sebanyak US 1,33 miliar atau turun dari tahun sebelumnya dengan raihan US$ 1,49
miliar.

 

“Total pendapatan GIAA pada tahun 2021 didapat dari
penerbangan berjadwal US 1,04 miliar, pendapatan tidak berjadwal US$ 88 juta,
dan pendapatan lain-lain US$ 207 juta,” tulisnya.


Akan tetapi, Garuda berhasil menekan beban usaha
pada tahun lalu menjadi US$ 2,60 miliar. Padahal, pada 2020, GIAA membukukan
beban usaha US$ 3,03 miliar.


(asumsi kurs US$
1=Rp 14.900)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sustainability Bond Tahap II Bank bjb, Catat Permintaan Hingga Rp932,4 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menawarkan Sustainability Bond Tahap II dengan permintaan investor telah mencapai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img