Senin, Maret 2, 2026

Moeldoko: Ekonomi Indonesia Relatif Baik

Must Read

MONETER
– Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan ekonomi Indonesia relatif baik
di tengah situasi perekonomian global yang sedang tidak baik-baik saja karena
meningkatnya harga komoditas energi dan pangan di pasar mancanegara.


“Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa
kondisi lingkungan global memang tidak sedang baik, dan kondisi ekonomi
nasional kita relatif cukup baik karena pertumbuhan kita masih cukup tinggi
dibandingkan negara-negara lain,” kata Moeldoko, Senin (25/7/2022).


Ia mengutip data pertumbuhan ekonomi Indonesia
pada kuartal I 2022 yang mencapai 5,01% (
year
on year
/yoy). Kemudian, inflasi Indonesia juga masih terkendali. Hal itu
berbeda dengan indeks harga konsumen di beberapa negara lain yang melambung
tinggi imbas fluktuasi harga komoditas global. 
Sementara berdasarkan data dari Badan Pusat
Statistik (BPS), inflasi Indonesia hingga Juni 2022 sebesar 4,35% (yoy).


Moeldoko mengatakan Pemerintah Indonesia sudah
berupaya keras untuk mengendalikan harga komoditas di pasar domestik, agar
tidak berimbas kepada inflasi dan daya beli masyarakat. “Di antaranya,
harga minyak kemarin yang masih tidak stabil dan Alhamdulillah sekarang sudah
menuju stabil,” ujarnya.


Menurut survei Bloomberg, kata Moeldoko, Indonesia
memiliki risiko yang kecil yakni 3% untuk masuk ke resesi ekonomi. 
“Bahkan Bloomberg sudah memperkirakan, melakukan
rangking beberapa negara sampai dengan 15 negara yang memiliki resiko ekonomi
yang menuju
worst (terburuk),”
ujarnya.


Pernyataan Moeldoko tersebut untuk merespons hasil
survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) periode 27 Juni-5 Juli 2022. Hasil survei
LSI menunjukkan bahwa 64% responden puas dengan kinerja Presiden Republik
Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Tingkat kepuasan dari survei tersebut menurun
tipis dibandingkan hasil survei LSI sebelumnya yang sebesar 67%.


“Jadi kalau sekarang ada penilaian seperti itu
memang masyarakat melihat bahwa ada beberapa komoditas yang sedang naik tetapi
pemerintah sudah bekerja untuk menurunkan itu,” kata Moeldoko. 


Rincian hasil survei LSI periode 27 Juni-5 Juli 2022
adalah sebesar 64% responden merasa puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo,
kemudian 13,5% responden merasa sangat puas dengan kinerja Presiden, dan 50,5%
responden merasa cukup puas.


Lebih lanjut, sebesar 27,2 responden mengatakan
kurang puas, 5,9% mengatakan tidak puas sama sekali, dan sebesar 2,9%
mengatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Tegaskan Perjanjian Dagang AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan perjanjian perdagangan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tidak...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img