MONETER
–
PT Panin Financial Tbk (PNLF) membukukan pendapatan total Rp 1,37 triliun di semester
I/2022. Capaian ini meningkat sebesar 18,10% dari periode yang sama tahun 2021 sebesar
Rp 1,16 triliun.
“PNLF juga mencatatkan laba neto tahun berjalan Rp
974,19 miliar, meningkat 6,62% dari semester I/2021 di Rp 913,66 miliar,” tulis
keterangan resmi perseroan di Jakarta akhir pekan lalu.
Tulisnya, laba neto tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 893,97 miliar juga naik
6,58% dibanding semester I/2021 sebesar Rp 838,73 miliar. Perseroan mencatatkan
total klaim dan manfaat (neto) di semester I/2022 senilai Rp 678,41 miliar,
meningkat dari semester I/2021 senilai Rp 506 miliar.
Diketahui, perseroan pada rapat umum pemegang saham
tahunan (RUPST) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp 320,22 miliar
atau Rp 10 per saham. Disebutkan bahwa RUPST menyetujui untuk menetapkan
penggunaan laba bersih entitas induk perseroan untuk tahun buku yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,32 triliun.
Di mana, sejumlah Rp 500 juta akan dicatat sebagai
dana cadangan sesuai ketentuan anggaran dasar perseroan dan Pasal 70 UU No. 40
Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Sebesar Rp 320,22 miliar akan dibagikan sebagai
dividen tunai atau Rp 10 per saham. Sedangkan, sisanya sebesar Rp 1 triliun
dibukukan sebagai laba ditahan perseroan.
Salah satu pemegang saham perseroan, PT Paninvest
Tbk (PNIN) sempat menambah kepemilikan saham PT Panin Financial Tbk (PNLF)
sebanyak 484.343.600 saham. Dalam keterbukaan informasi dijelaskan bahwa
tanggal transaksi terjadi antara 17-24 Juni 2022 di harga rata-rata Rp 396.
Sehingga, nilai transaksi mencapai Rp 191,8 miliar.




