Minggu, Maret 1, 2026

BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 5,76 Miliar Dolar AS di Agustus 2022

Must Read

MONETER
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Indonesia mengalami
surplus sebesar 5,76 miliar dolar AS pada Agustus 2022 dengan nilai ekspor
27,91 miliar dolar AS dan impor 22,15 miliar dolar AS.


“Jadi neraca perdagangan sampai dengan Agustus
2022 ini membukukan surplus selama 28 bulan berturut-turut sejak Mei
2020,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto,
Kamis (15/9/2022).


Kata Setinto, surplus neraca perdagangan pada Agustus
2022 ditopang oleh surplus neraca komoditas nonmigas. 
“Neraca perdagangan non-migas tercatat surplus 7,74
miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang surplus utama seperti bahan bakar
mineral, besi dan baja, lemak dan minyak hewan nabati,” ucapnya.


Sedangkan neraca perdagangan migas tercatat mengalami
defisit 1,98 miliar dolar AS dengan komoditas utama penyumbang defisit yaitu
minyak mentah, hasil minyak, serta gas.


Kemudian pada Agustus 2022 terdapat tiga negara dengan
surplus negara perdagangan terbesar yaitu India, Amerika Serikat, dan Filipina. 


Perdagangan RI dengan India mengalami surplus 1,8
miliar dolar AS, yang utamanya disumbang oleh perdagangan komoditas lemak dan
minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta bahan kimia anorganik. 


Kemudian surplus kedua dicatat oleh perdagangan RI
dengan Amerika Serikat sebesar 1,6 miliar dolar AS, dimana penyumbang utama
surplus tersebut yakni mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, lemak
dan minyak hewan nabati, pakaian dan aksesori rajutan.


Negara ketiga penyumbang surplus yakni Filipina dengan
nilai 1,09 miliar dolar AS dengan penyumbang terbesarnya adalah untuk komoditas
bahan bakar mineral, kendaraan dan bagiannya, serta besi dan baja. 


“Terkait dengan defisit neraca perdagangan
nonmigas Indonesia pada Agustus 2022. Ada tiga negara penyumbang terbesar yaitu
Australia, China, dan Thailand,” kata Setianto.


Perdagangan dengan Australia mengalami defisit 678,6
juta dolar AS, yang utamanya untuk komoditas serealia dan bahan bakar mineral.
Kemudian dengan China defisit 411,7 juta dolar AS dengan penyumbang defisit
terbesar yakni mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, dan perlengkapan
elektrik serta bagiannya.


Sementara dengan Thailand, defisit terjadi dengan
nilai 289,1 juta dolar AS, dimana penyumbang utama defisit yakni mesin dan
perlengkapan mekanis serta bagiannya, serta komoditas plastik dan barang dari
plastik.


Dengan demikian, neraca perdagangan secara kumulatif
pada Januari-Agustus 2022 mengalami surplus 34,92 miliar dolar AS atau tumbuh
68,6% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.


Adapun nilai ekspor pada Januari-Agustus 2022 mencapai
194,60 miliar dolar AS atau meningkat 35,42%. Sementara nilai impor sebesar
159,69 miliar dolar AS atau meningkat 29,84%. “Jadi surplus neraca
perdagangan barang ditopang oleh surplus neraca perdagangan nonmigas,”
ujar Setianto.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img