Senin, Maret 2, 2026

Holding Subholding PLN Diluncurkan, Dirut: PLN Menjelma Jadi Perusahaan Energi Berbasis Teknologi

Must Read

MONETER
Kementerian BUMN resmi meluncurkan Holding Subholding PT PLN (Persero) pada
Rabu, 21 September 2022. Dengan pembentukan Holding Subholding ini, PLN
mempunyai 4 Subholding yang akan membawa perusahaan menjadi semakin kokoh, kuat
dan cekatan dalam pengembangan usaha.


Ke-4 Subholding tersebut adalah PLN Energi Primer Indonesia, PLN Nusantara
Power (Generation Company 1), PLN Indonesia Power (Generation Company 2) dan
PLN ICON Plus.


“Langkah ini akan membawa PLN menjelma menjadi
perusahaan energi yang berbasis teknologi, inovasi dan berorientasi pada masa
depan menuju “The NEW PLN 4.0 UNLEASHING ENERGY and BEYOND”,” kata Direktur
Utama PLN Darmawan Prasodjo.


Jelasnya, dari empat subholding ini, masing-masing
akan memiliki peran strategis dalam pengelolaan aset negara yang selama ini
menjadi lini depan operasional PLN dalam melistriki nusantara. Keempat
Subholding ini akan tetap saling terkoneksi terutama dalam memaksimalkan rantai
pasok bisnis PLN ke depan.


“PLN terus melakukan transformasi untuk mengoptimalisasi fungsi PLN
sebagai jantungnya Indonesia, mengelola usaha ketenagalistrikan, dengan
mengubah proses bisnis menjadi lebih lincah, cepat, dan trengginas serta
memastikan elektrifikasi berjalan secara lancar dan menjadi ‘pioneer‘ dalam
energi listrik berwawasan lingkungan di masa depan,” ujar Darmawan.


Darmawan mengungkapkan, dengan adanya Holding Subholding, aset-aset
pembangkitan PLN yang tadinya tersebar kini akan dikonsolidasikan. Proses
bisnis pengelolaan pembangkitan disederhanakan. Utilisasi aset yang tadinya
belum maksimal, akan makin dioptimalkan. 


Konsolidasi aset pembangkitan ini membentuk 2 Subholding GenCo yang akan
menjadi Generation Company terbesar se-Asia Tenggara, yaitu PLN Indonesia Power
dan PLN Nusantara Power. 


“Kami juga membentuk dua entitas bisnis baru, ‘renewable energy’ dan
Geothermal. Sebagai komitmen PLN mengakselerasi transisi energi menuju energi
bersih masa depan,” terang dia.


Begitu pula pengelolaan energi primer, lanjut Darmawan, bakal dikonsolidasikan
dalam Subholding PLN Energi Primer Indonesia.  
Pengadaan batu bara yang tadinya tersebar di 5 titik akan dikonsolidasikan di
satu titik sehingga lebih efektif dan efisien. 


“Dan untuk mendukung transisi energi, kami bangun ‘core’ kompetensi baru,
pada energi berbasis biomassa.  Dengan struktur baru ini, pengadaan energi
primer tidak hanya meningkatkan keandalan. Tetapi juga sekaligus membangun
‘value creation’ yang besar, bagi PLN,” paparnya.


Terakhir, PLN akan membangun lini bisnis baru di luar kelistrikan atau Beyond
kWh yang akan konsolidasikan di dalam subholding PLN ICON Plus.



“Aset-aset kelistrikan yang tadinya digunakan hanya untuk layanan
kelistrikan, kami kembangkan untuk layanan beyond Kwh. Ada layanan internet,
ada PLN market Place, ada EV Charging, baterai swap, sistem Charge-in,
‘rooftop’, ListriQu, dan lainnya. Super App kami New PLN Mobile, menjadi ujung
tombaknya,” papar Darmawan.

Sementara PLN sebagai Holding bisa berfokus pada hal yang lebih strategis.
Seperti pengelolaan dan pengembangan portofolio bisnis. Lini bisnis transmisi,
distribusi, dan pemasaran listrik juga dikelola oleh PLN holding untuk
peningkatan dan perluasan layanan pelanggan.  

“Untuk PLN Holding, karena sudah ada Subholding, maka PLN Holding akan
fokus pada pengembangan portofolio, perluasan pelanggan serta meningkatkan
kualitas layanan ke pelanggan dan seluruh masyarakat Indonesia menjadi lebih
baik lagi,” ujar Darmawan.

Dengan Holding Subholding ini, Darmawan meyakini proses bisnis PLN menjadi jauh
lebih efektif dan efisien. Utilisasi aset menjadi jauh lebih optimal.
“Core Competency” serta “Technical Skills” akan jauh lebih
fit. Akan jauh lebih relevan, dalam menghadapi tantangan zaman. 

Selain itu, ‘Corporate culture’ akan menjadi jauh lebih produktif dan
profesional. Struktur organisasi yang tadinya statis, menjadi dinamis. Transisi
energi pun akan menjadi lebih terakselerasi.

“Pak Erick Thohir juga  mengingatkan, Pak dirut dalam proses Holding
Subholding ini jangan sampai ada hak pegawai PLN yang dikurangi. Kami siap
laksanakan. Lalu bahwa dalam Holding Subholding ini justru membuka pengembangan
pegawai yang lebih luas lagi. Ini kami siap juga laksanakan,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img