MONETER
– PT Bank Permata Tbk (BNLI) memberikan fasilitas pembiayaan syariah senilai
Rp1,5 triliun kepada PT Link Net Tbk (LINK) untuk perkuat struktur permodalan,
pada tanggal 23 September 2022.
“Bahwa
pinjaman dengan jangka waktu 60 bulan ini akan digunakan membiayai kebutuhan
umum perseroan,” jelas Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Dalam
laporan keuangan semester I 2022
pinjaman bank jangka pendek bertambah 296% dibanding akhir tahun 2021
menjadi Rp1,969 triliun.
Fasilitas
pembiayaan tersebut dilakukan untuk membiayai modal kerja dan mendukung
kegiatan usaha, dimana transaksi tidak memberikan dampak negatif bagi kondisi
keuangan perseroan.
Dalam
keterangan laporan keuangan semester 1 2022 merinci pinjaman bank jangka pendek
kepada Citibank cabang Indonesia sebesar Rp1 triliun, lalu kepada PT Bank CIMB
Niaga Tbk (BNGA). Berikutnya kepada Deutsche Bank AG sebesar Rp475 miliar.
Adapun utang bank jangka panjang sebesar Rp1 triliun kepada BNGA.
Semester
pertama 2022, PT Link Net Tbk mencatatkan laba bersih Rp141,26 miliar atau
anjlok 70,06% dibanding periode sama tahun 2021 yang mencapai Rp471,77 miliar.
Akibatnya. Laba per saham dasar turun ke level Rp51, sedangkan akhir Juni 2021
berada di level Rp171.
Lalu
pendapatan hanya menyusut 1,2% menjadi Rp2,109 triliun karena pendapatan pita
lebar internet dan jaringan terkikis 0,69% menjadi Rp1,005 triliun. Senasib,
pendapatan televisi kabel turun 3,3% menjadi Rp996,72 miliar. Menariknya, beban
pokok pendapatan dapat ditekan 12,9% menjadi Rp384,97 miliar. Sehingga lana
kotor tumbuh 0,64% menjadi Rp1,724 triliun.




