Kamis, Januari 15, 2026

Lippo Cikarang Catat Marketing Sales Rp385 Miliar di Kuartal III/2022

Must Read

MONETER
PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 385 miliar di kuartal III/2022.
Sementara hingga September 2022 meraup Rp 1 triliun atau sekitar 69% dari
target tahun ini.


“Tingkat prapenjualan ini didorong oleh penjualan pada cluster residensial Waterfront Uptown dan lahan
industri Delta Silicon 3,” kata kata Rudy Halim, Chief Executive Officer (CEO),
PT Lippo Cikarang Tbk, Kamis (03/11/2022).


Katanya, total 806 unit rumah tapak, apartemen,
komersial, dan lahan industri telah berhasil terjual sepanjang sembilan bulan
2022.


Menurutnya, pencapain prapenjualan rumah tapak
didorong oleh peluncuran perdana seri rumah tapak Cendana Homes di Cikarang,
Bekasi, Jawa Barat dengan 
branding Cendana
Spark yang memiliki lokasi strategis di depan Central Park.


Peluncuran produk ini sebagai jawaban atas tingginya
permintaan dari para pembeli milenial yang membutuhkan rumah pertama dengan desain
modern namun tetap mewah. Kehadiran produk ini juga melanjutkan kesukseskan
sebelumnya dari produk Waterfront Estates yang memiliki tingkat penjualan
sangat baik.


Cendana Spark menawarkan tiga jenis tipe, yaitu Tipe 1
(Spark Villa) dengan ukuran 60 m2 tanah/55 m2 bangunan. Lalu, Tipe 2 (Spark
Residence) dengan ukuran 82,5 m2 tanah/68 m2 bangunan dan Tipe 3 (Spark
Sanctuary) dengan ukuran 97,5 m2 tanah/88 m2 bangunan. Harga yang ditawarkan
mulai dari Rp 780 juta per unit.


Serah terima hunian tapak ini dijadwalkan 24 bulan,
dengan tenggang waktu (
grace period)
enam bulan sejak peluncuran produk pada September 2022. Sementara itu, total
pendapatan Lippo Cikarang sebesar Rp 1,01 triliun selama sembilan bulan tahun
2022. Angka itu turun 14% dibandingkan periode sama 2021.


“Dalam hal kontribusi pendapatan, penjualan dari rumah
tapak masih menjadi kontributor utama dengan proporsi 40% per akhir September
2022,” ucapnya.


Tahun lalu, pendapatan didominasi oleh apartemen
dengan proporsi 39%. Di sisi lain, walapun mengalami penurunan dari sisi
pendapatan, laba kotor perseroan meningkat 5% menjadi Rp 526 miliar karena
perubahan bauran pendapatan dimana didominasi oleh pendapatan dari rumah tapak.


“Dengan adanya perubahan komposisi penjualan tersebut,
tingkat margin laba kotor perseroan dapat meningkat menjadi 52% dari 42% pada
tahun lalu,” ujarnya.


Perseroan juga dapat mengelola beban usaha dengan baik
dimana dapat dipertahankan pada nilai yang sama dengan tahun lalu sebesar Rp
202 miliar.


Lippo Cikarang juga
sukses meningkatkan EBITDA dengan menunjukan kenaikan sebesar 7% YoY menjadi Rp
341 miliar. Sejalan dengan kenaikan margin laba kotor, perseroan mencetak margin
EBITDA pada level yang lebih tinggi, yakni 34%.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img