Jumat, Maret 6, 2026

Ekonomi Indonesia Tumbuh di Triwulan III 2022 Karena Ekspor Naik 21,64 Persen

Must Read

MONETER  Ekonomi Indonesia meningkat sebesar 5,72 persen pada
triwulan III 2022. Pertumbuhan ini disokong oleh meningkatnya ekspor barang dan
jasa yang naik 21,64 persen secara tahunan (year
on year
/yoy) dengan kontribusi mencapai 26,23 persen, meningkat dari
kontribusi pada triwulan II dengan persentase sebesar 24,74 persen.

 

“Kinerja ekonomi Indonesia terus membaik selama
2022. Pada triwulan III 2022, ekonomi Indonesia tumbuh positif lebih tinggi
dari capaian triwulan I sebesar 5,02 persen dan triwulan II yang tumbuh 5,45
persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ini tentunya juga didukung peningkatan
kinerja ekspor nasional,” kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Rabu (9/11/2022).

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dari
sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan sebesar
21,64 persen, tertinggi kedua setelah impor barang dan jasa yang tumbuh 22,98
persen. Peningkatan kinerja ekspor tahun ini dipengaruhi beberapa faktor.

 

Salah satunya fenomena peningkatan harga komoditas
ekspor dunia (supercycle commodity).
Selain itu, perbaikan kinerja industri dalam negeri yang tercermin dari
perbaikan angka Purchasing Manager Index (PMI) industri manufaktur Indonesia
juga turut mendorong ekspor manufaktur Indonesia hingga triwulan III 2022
dengan kontribusi mencapai 46,21 persen terhadap total ekspor Indonesia.

 

“Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga
pada 2022 antara lain batu bara, kelapa sawit, nikel, dan kopi. Sementara untuk
angka PMI manufaktur Indonesia tercatat selalu berada di atas 50, bahkan pada
September mencapai angka tertinggi sepanjang 2022, yakni sebesar 53,7,”
jelas Mendag Zulkifli Hasan.

 

Menurut Mendag Zulkifli Hasan, nilai ekspor
Indonesia pada triwulan III merupakan nilai ekspor triwulanan tertinggi selama
dua tahun terakhir. Pada triwulan III 2022, total ekspor Indonesia mencapai USD
78,20 miliar, mengalami peningkatan 27,30 persen secara tahunan. Kinerja ini
ditopang oleh ekspor nonmigas yang mencapai USD 73,84 miliar dengan pertumbuhan
26,28 persen.

 

“Produk utama ekspor nonmigas Indonesia pada
triwulan III 2022 adalah bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak
hewani/nabati (HS 15), besi dan baja (HS 72), mesin dan perlengkapan elektrik
(HS 85), serta kendaraan dan bagiannya (HS 87). Khusus untuk batu bara (HS 27),
pada triwulan III tercatat meningkat pesat dari USD 8,84 miliar pada triwulan
III 2021 menjadi USD 15,72 miliar di triwulan III 2022,” terang Mendag
Zulkifli Hasan.

 

Dari sisi tujuan, lanjutnya, kinerja ekspor nonmigas
Indonesia juga mencatatkan kinerja positif terhadap negara mitra dagang utama.
Tiongkok masih menempati posisi pertama sebagai negara mitra dagang Indonesia
dengan nilai ekspor sebesar USD 17,34 miliar pada triwulan III 2022. Nilai
ekspor ini berkontribusi sebesar 23,49 persen dari ekspor nonmigas Indonesia
pada triwulan III 2022 dan mengalami peningkatan 29,70 persen.

 

“Selain Tiongkok, ekspor ke India juga tumbuh
pesat pada triwulan III dengan membukukan nilai sebesar USD 6,48 miliar atau
tumbuh 61,18 persen,” imbuh Mendag Zulkifli Hasan.

 

Mendag Zulkifli Hasan menambahkan, meskipun kinerja
ekspor Indonesia menunjukkan kinerja yang baik, Kementerian Perdagangan tetap
mewaspadai perlambatan ekonomi yang sudah terjadi di beberapa mitra dagang
Indonesia. Negara mitra dagang tersebut di antaranya Arab Saudi, Singapura,
Hongkong, dan Uni Eropa.

 

“Dalam memitigasi risiko perlambatan tersebut,
Kementerian Perdagangan melakukan sejumlah langkah strategis di antaranya
peningkatan akses pasar ekspor ke pasar nontradisional, khususnya di kawasan
Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah baik melalui promosi, misi dagang,
maupun perjanjian kerja sama,” pungkas Mendag Zulkifli Hasan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

LPEI Catat Penyaluran PKE Rp13,5 Triliun pada 2025, Naik 85 Persen

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatatkan peningkatan signifikan dalam pelaksanaan program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) sepanjang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img