Kamis, Januari 15, 2026

Buntut Insiden Gangguan Jaringan, BSI Siapkan Capex Rp580 Miliar Serta Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris

Must Read

MONETER – PT
Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar
Rp580 miliar pada tahun 2023. Angka ini lebih dari dua kali lipat dari
sebelumnya.

 

“BSI menganggarkan capex untuk IT dan digital Rp580
miliar untuk memperkuat teknologi informasi (IT) dan keamanan data pada tahun
2023. Realisasi anggaran ini khususnya IT dan digital, termasuk pengamanan
prioritas kita,” kata Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta di Jakarta,
Senin (22/5/2023.

 

Kata Bob, perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat IT
dan keamanan data nasabah di tengah tantangan digital di tingkat global,
sehingga alokasi capex tersebut diharapkan bisa meningkatkan kualitas layanan
digital dan keamanan data perseroan ke depan.

 

BSI berkomitmen untuk memperkuat sistem digitalisasi dan
keamanan data, yang ditujukan dengan peningkatan alokasi belanja IT dan digital
tahun ini,” ujar Bob.

 

Selain itu, BSI juga sedang mempersiapkan proyek super
aplikasi (super apps) generasi
terbaru untuk BSI Mobile Banking.

 

Super apps
akan menawarkan fitur cukup menarik. Tidak hanya fitur transaksi, tapi
lifestyle akan memudahkan nasabah melakukan transaksi, misal membeli tiket, top up,” ujar Hery.

 

Sebelumnya pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
BSI memutuskan mengangkat Direktur Information Technology (IT) baru yaitu Saladin
D. Effendi menggantikan Achmad Syafii. Dan mengangkat Grandhis Helmi H sebagai Direktur
Risk Management yang baru menggantikan Tiwul Widyastuti.

 

Saladin D. Effendi sebelumnya menjabat sebagai Chief
Information and Security Officer di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan Grandhis
Helmi H. sebelumnya menjabat sebagai Group Head Commercial Risk 1 di PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk.

 

Selain itu, RUPST juga mengangkat Muliaman Darmansyah
Hadad sebagai Komisaris Utama/ Independen menggantikan Adiwarman Azwar Karim
yang dirotasi menjadi Wakil Komisaris Utama/Independen.

 

Muliaman merupakan mantan Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK
periode 2012-2017 dan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2006-2011
dan periode 2011-2012.

 

Kemudian, perseroan mengangkat Abu Rokhmad sebagai
Komisaris, dan memberhentikan dengan hormat Nizar Ali sebagai Komisaris.

 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir
mengungkapkan perombakan jajaran Direksi dan Komisaris PT Bank Syariah
Indonesia (BSI) merupakan bentuk evaluasi atas insiden gangguan jaringan
beberapa waktu lalu.

 

“Kita mendengar begitu banyak kekecewaan dan keluhan
dari masyarakat. Reputasi BSI sebagai bank yang menjadi tulang punggung
ekosistem ekonomi syariah harus dijaga dengan baik. Sebagai pemimpin, tentu
kita harus tegas dalam mengambil keputusan. Jangan sampai merusak kepercayaan
dan merugikan masyarakat,” ujar Erick.

 

“Sekali lagi, reputasi BSI harus dijaga dengan baik.
Ini jadi bahan evaluasi dan kita tak ingin terulang lagi. Mitigasi risiko
penggunaan teknologi di sektor finansial harus sangat ketat,” katanya.

 

Erick meminta jajaran direksi dan komisaris yang baru
dapat memperbaiki keseluruhan sistem operasional perusahaan, termasuk
memperkuat sistem keamanan dan jaringan dari ancaman peretas serta meningkatkan
layanan kepada nasabah. Dirinya tidak segan untuk kembali melakukan perombakan
jika tidak ada perbaikan menyeluruh.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img