Senin, Maret 2, 2026

BTPN Syariah Kantongi Laba Bersih Setelah Pajak Sebesar Rp1 Triliun

Must Read

Moneter.id – Jakarta
– PT Bank BTPN Syariah Tbk. mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1
triliun dan menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat inklusi hingga Rp11,9
triliun hingga kuartal III 2023.

“BTPN Syariah mencatatkan rasio-rasio yang sehat, dengan
return of asset (RoA) 7,8 persen serta rasio kecukupan modal (CAR) pada 49,7
persen atau di atas ketentuan dan rata-rata industri bank syariah,” kata
Direktur Keuangan BTPN Syariah Fachmy Achmad di Jakarta, Kamis (19/10/2023).

Jelasnya, sebagai bank yang juga menghimpun dana, saat
ini terdapat sekitar 32.719 nasabah sejahtera yang menyimpan dana di BTPN
Syariah dan dilayani oleh personal banker profesional, dimana, hampir 100
persen dana yang ditempatkan disalurkan kepada keluarga prasejahtera produktif
yang mencapai 4,3 juta nasabah aktif.

Sampai dengan akhir semester I 2023, dengan hanya
memiliki 15 cabang di seluruh Indonesia dan 44 Kantor Fungsional Operasional,
bank yang memiliki 13.912 karyawan tersebut menjemput bola di hampir 70 persen
total kecamatan di Indonesia.

Bank tersebut secara langsung melakukan program
pemberdayaan keluarga prasejahtera produktif di sentra-sentra nasabah dengan
mengajarkan empat perilaku unggul pemberdayaan yaitu Berani Berusaha, Disiplin,
Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS), oleh karyawan yang biasa disebut Melati
Putih Bangsa sebagian besar lulusan SMA terlatih dengan jabatan sebagai
Community Officer Bank.

Perubahan dampak sosial nasabah juga diukur setiap
tahunnya, diantaranya penurunan persentase anak tidak bersekolah, kondisi
bangunan rumah, dan kepemilikan aset.

Fachmy menuturkan BTPN Syariah di kuartal III 2023 juga
tetap menggulirkan berbagai program demi memperkuat kapasitas masyarakat
inklusi.

Berbagai program apresiasi berkelanjutan dilakukan untuk
membangun kembali empat perilaku unggul nasabah, yakni BDKS (Berani Berusaha,
Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu), di mana semua itu menjadi kunci
sukses berjalannya model bisnis pembiayaan Bank.

Salah satu yang dilakukan yakni memberikan insentif bagi
anggota sentra yang memiliki tingkat kehadiran 90 persen di kumpulan atau
Pertemuan Rutin Sentra (PRS) setiap dua minggu sekali dan membayar angsuran
tepat waktu.

Di samping itu, bank juga melibatkan lebih banyak pihak
dalam program pendampingan sebagai wujud komitmen manajemen dalam memperluas
akses pengetahuan bagi masyarakat inklusi.

Lebih dari 1.600 mahasiswa dari 258 universitas di 20
provinsi di Indonesia terlibat menjadi fasilitator dalam program Bestee Tepat (Bersama
Berdaya Sahabat Tepat Indonesia).

Bank juga akan bekerja sama dengan semua pemangku
kepentingan dalam program pendampingan masyarakat inklusi yang terukur dan
berkelanjutan.

“Kami terus menggulirkan program untuk memperkuat
kapasitas masyarakat inklusi sebagai wujud komitmen Bank dalam mengubah hidup
berjuta rakyat Indonesia menjadi lebih berarti,” ujarnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Maybank Indonesia Catat Laba Bersih Rp1,66 Triliun pada 2025, Tumbuh 48,5%

PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan kinerja positif sepanjang Tahun Buku 2025 yang berakhir pada 31 Desember 2025. Bank...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img