Minggu, Januari 25, 2026

Kakao Jembrana Raih Cacao of Excellence Silver Award 2023 di Amsterdam

Must Read

Moneter.id –Jakarta – Desa Devisa Kakao Jembrana, Bali, diwakili oleh Koperasi Kakao
Kerta Semaya Samaniya (KSS) meraih Penghargaan 2023 Cacao of Excellence Silver Award di
Amsterdam, Belanda, pada 8 Februari 2024 lalu. Penghargaan bergengsi dan terhormat di
industri kakao ini merupakan pengakuan atas keunggulan dan kualitas biji kakao asal Jembrana,
Bali.

Penghargaan Cacao of Excellence bertujuan untuk memacu transformasi dalam sektor kakao
dengan menghargai keunggulan, menghubungkan petani dengan pasar, dan mempromosikan
inovasi dan standar.

Cacao of Excellence Award diselenggarakan oleh Alliance of Bioversity International dan the International Center for Tropical Agriculture (CIAT), dengan tujuan untuk mendorong transformasi
industri kakao untuk terus berinovasi, menciptakan keunggulan kakao, dan menerapkan bisnis
yang berkelanjutan.

Tim panelis yang terdiri dari 32 ahli, termasuk pakar pembuat cokelat, spesialis evaluasi sensorik,
dan ahli asal biji cokelat menilai 222 sampel biji kakao dari 52 negara peserta dari seluruh dunia
seperti Afrika dan Samudra Hindia, Asia-Pasifik, Amerika Tengah dan Karibia, serta Amerika
Selatan. Setelah melalui proses evaluasi yang ketat, 50 nominasi teratas memenuhi syarat untuk
Penghargaan Emas, Perak, dan Perunggu.

Bagi Desa Devisa Kakao Jembrana, pengakuan ini memberikan visibilitas bagi karya dan kualitas
kakao mereka, serta meningkatkan nilai upaya mereka dalam praktik pertanian kakao yang
berkelanjutan. 

“Kami sangat bangga menerima Penghargaan Perak dari Penghargaan Cacao of Excellence. Pencapaian ini menegaskan komitmen kami dalam menghasilkan kakao berkualitas
tinggi dan berkontribusi dalam mempromosikan produksi kakao yang berkelanjutan,” kata
Pembina Desa Devisa Kakao Jembrana, Agung Widiastuti.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, terus mendorong
program Desa Devisa sebagai wadah pembimbingan agar mampu menembus pasar ekspor
dunia. Sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan, LPEI fokus pada peningkatan
kapasitas dan kompetensi para pelaku usaha. Selain itu LPEI juga berupaya membangun
ekosistem ekspor yang solid, salah satunya adalah Desa Devisa Kakao Jembrana, Bali.

“LPEI terus mendorong program Desa Devisa sebagai wadah pembimbingan agar mampu
menembus pasar ekspor dunia, sebagai bagian dari upaya LPEI untuk implementasi ESG dengan membangun ekosistem ekspor yang solid dan berkelanjutan. LPEI juga memperhatikan manfaat ganda yang diciptakan terhadap ekonomi, masyarakat, dan lingkungan dari pembagunan
kapasitas yang dilakukan para pelaku usaha di program Desa Devisa,” kata Kepala Divisi Jasa
Konsultasi, Ilham Mustafa.

Desa Devisa Kakao Jembrana merupakan Desa Devisa pertama yang mendapatkan
pendampingan dari LPEI sejak tahun 2012. Para petani kakao di Jembrana mendapatkan pendampingan dan pelatihan untuk menghasilkan produk kakao berkualitas dan menembus
pasar ekspor. Desa Devisa Kakao Jembrana telah dikenal dunia sebagai penghasil biji kakao
fermentasi terbaik dunia versi Cacao of Excellence 2017.

Biji kakao Jembrana memiliki aroma dan cita rasa unik, dengan tekstur yang tidak mudah
meleleh, menjadikannya komoditas ekspor unggulan. Keberlanjutan dan inovasi menjadi kunci
untuk meningkatkan produksi kakao Jembrana di tengah tingginya permintaan dunia dan
terbatasnya pasokan kakao global.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indonesia merupakan eksportir peringkat 12 dunia untuk komoditas Kakao dan Produk Olahannya, menguasai 2,29% pangsa
ekspor Dunia tahun 2022 (USD55,10 miliar).

Dari sisi harga global, harga Biji Kakao telah mencapai level yang sangat tinggi. Data Bloomberg
menunjukkan harga biji kakao telah mencapai USD5.798 per metrik Ton pada awal Februari 2024,
sehingga tidak memiliki ruang yang cukup luas lagi untuk kenaikan harga, meskipun di tengah
situasi pasokan yang terbatas dari Afrika Barat. Kegagalan panen di Pantai Gading dan Ghana
karena cuaca buruk yaitu hujan ekstrem menyebabkan penyebaran infeksi jamur.

Indonesia merupakan eksportir peringkat 12 dunia untuk komoditas Kakao dan Produk
Olahannya, menguasai 2,29% pangsa ekspor Dunia tahun 2022 (USD55,10 miliar).

“Komoditas kakao dan produk olahan Indonesia memiliki daya saing yang kompetitif didorong
oleh kualitas cita rasa yang baik, serta memiliki tekstur yang tidak mudah meleleh yang sangat
dibutuhkan dalam industri pengolahan cokelat, hingga industri kosmetik dan farmasi. Contoh saja
Koperasi Kerta Semaya Samaniya pada tahun 2023 tercatat berhasil melakukan ekspor senilai
Rp1,5 Miliar ke negara tujuan Belgia, Perancis, Italia dan Jepang,” kata Market Intelligence &
Lead Chief Specialist LPEI, Rini Satriani.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img