Jumat, Februari 27, 2026

Film ‘Sampai Jumpa, Selamat Tinggal’ Hadirkan Perjalanan Cinta Ghosting Sampai Toxic Relationship

Must Read

Moneter.id -Jakarta – Film “Sampai Jumpa, Selamat Tinggal”, sebuah drama
romansa karya penulis dan sutradara Adriyanto Dewo, serta garapan rumah produksi
Adhya Pictures dan Relate Films menggelar Gala Premiere di Metropole XXI,
Jakarta, Senin (2/6/2026). Film ini akan tayang di seluruh bioskop pada 5 Juni 2025.

Film “Sampai Jumpa, Selamat Tinggal” menceritakan perjalanan cinta yang
kompleks, mulai dari ghosting sampai toxic relationship. Wyn (Putri Marino) ditinggal
begitu saja oleh kekasihnya, Dani (Jourdy Pranata). Demi menuntut kejelasan, Wyn
nekat menyusul Dani yang kabarnya berada di Korea Selatan. 

Di sana, Wyn bertemu
pekerja migran asal Indonesia, Rey (Jerome Kurnia) yang kemudian membantunya
mencari Dani. Rey mengenalkan Wyn pada sahabatnya, Anto (Kiki Narendra) yang
ikut membantu mencari Dani lewat kenalannya. Namun, mereka harus berurusan
dengan Vanya (Lutesha) seorang gangster yang membuat semuanya menjadi sulit.

Di momen Gala Premiere ini, jajaran cast hadir dengan penampilan fashion bertema
Your Kind of Edgy senada dengan vibe dan persona para karakter di filmnya.

Jerome Kurnia tampil dalam leather suit hitam mengilap, dipadukan inner gold
metalik transparan yang memberi kesan glamor dan berani, serta celana
wide-leg berpotongan tailored yang mempertegas siluet maskulin.
Jourdy Pranata memilih nuansa earth tone lewat paduan cropped tartan blazer
dan loose wide-leg pants.

Lutesha tampil standout dalam balutan one-piece leather coat merah yang
mencolok, senada dengan warna rambut karakter Vanya, dilengkapi tas dan
heels bold.
Sementara itu, Kiki Narendra membawakan interpretasi edgy yang lebih klasik
dan rebellious lewat leather jacket, kaos hitam, ripped jeans, serta boots
maskulin.

Penulis sekaligus Sutradara film “Sampai Jumpa, Selamat Tinggal” Adriyanto Dewo,
menjelaskan makna judul film ini sebagai refleksi dari dua sisi perpisahan yang tak bisa
dihindari dalam hidup. 

“Dalam hidup, kita akan selalu dihadapkan pada dua jenis
perpisahan. ‘Sampai Jumpa’ adalah hal yang kita ucapkan saat kita berpisah dengan
seseorang, dan kita berharap dapat bertemu lagi dengannya. Sementara, ‘Selamat
Tinggal’ adalah hal yang kita ucapkan pada seseorang yang benar-benar ingin kita
lepaskan. Tidak ada janji akan bertemu kembali, hanya ada keikhlasan untuk melepas.” ujar Adriyanto.

Putri Marino juga membagikan kesannya dalam memerankan karakter Wyn di film
Sampai Jumpa, Selamat Tinggal. 

“Wyn adalah karakter yang sangat kompleks, dia
rapuh tapi juga berani. Di film ini, aku harus membawa emosi Wyn ke dua spektrum
yang berbeda: satu untuk Dani, cinta masa lalu yang menyisakan luka, dan satu lagi
untuk Rey, sosok asing yang justru memberi kehangatan. Itu jadi perjalanan emosional
yang dalam banget karena tiap momen dengan mereka punya warna yang berbeda.
Dan aku rasa, penonton akan ikut menebak-nebak: siapa sebenarnya yang bisa jadi
tempat pulang Wyn?” ujarnya.

Shierly Kosasih, Produser mewakili Adhya Pictures menyampaikan daya tarik utama
film ini. “Film ini punya kekuatan ensemble cast yang solid, chemistry di antara para
aktornya dapat kita saksikan dan rasakan baik di depan maupun di belakang layar.
Untuk pertama kalinya, kita bisa melihat Putri Marino, Lutesha, Jerome Kurnia, dan
Jourdy Pranata tampil dalam satu frame dengan karakter yang benar-benar berbeda
dari peran mereka sebelumnya.” ungkap Shierly.

“Di Adhya Pictures, kami selalu ingin menawarkan sesuatu yang baru kepada
masyarakat. Ketika Adri membawa ide cerita ini, kami langsung menangkap potensi
dan daya tariknya yang sejalan dengan visi kami. Ini bukan film berlatar Korea dengan
kisah cinta yang manis, justru menampilkan berbagai layer kehidupan yang tidak ideal
bagi sebagian orang tetapi sebenarnya banyak terjadi di sekitar kita. Film ini akan
memperlihatkan sisi Korea yang lebih edgy namun realistis, menghadirkan sebuah
karya untuk semua orang yang menghargai perjalanan cinta bersama dengan segala
dinamikanya,” jelas Shierly.

Perlita Desiani, Produser mewakili Relate Films menceritakan kolaborasi para cast
dalam membentuk karakter di film.

 “Yang bikin proses kreatif di film ini menarik adalah
keterlibatan para pemain dalam membentuk detail karakter mereka. Lutesha, misalnya,
terlibat dalam menentukan tattoo Vanya, warna rambut, sampai gaya bicaranya yang
dominan. Putri Marino membangun karakter Wyn dari hal-hal kecil seperti pilihan warna
kuteks, yang menggambarkan fase emosinya sepanjang cerita. Sementara Jerome
menampilkan sisi kesepian Rey lewat kebiasaan merokok dan berdansa di klub dengan
tatapan kosong. Semua itu bikin karakter-karakter di film ini terasa hidup dan nyata.” ujarnya.

Pada aspek musik, film ini melibatkan sederet musisi indie dalam negeri sebagai
pengisi soundtrack seperti Caldera, Scaller, Random Brothers, dan Shyclops. Serta,
yang istimewa, adalah kehadiran penyanyi internasional kolaborasi Adhya Pictures dan
E29 Music Identities, Angie Tcha, yang menciptakan dan membawakan original soundtrack berjudul “Till The End”. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img