Rabu, Maret 11, 2026

Manfaatkan Momentum THR dan Bonus Tahunan untuk Perencanaan Dana Pendidikan Anak

Must Read

Menjelang Idulfitri, banyak karyawan menerima dua tambahan pemasukan sekaligus, yakni Tunjangan Hari Raya (THR) dan bonus tahunan. Momentum yang jarang terjadi ini dinilai dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan Lebaran, tetapi juga untuk memperkuat rencana finansial jangka panjang keluarga, salah satunya dana pendidikan anak yang terus meningkat setiap tahun.

Hal tersebut dibahas dalam Ruang Diskusi NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz) yang diselenggarakan Allianz Indonesia dengan menghadirkan Certified Financial Planner Annisa Steviani. Dalam sesi bertajuk “Gaji Gak Kabur, Pendidikan Anak Jalan Teratur”, Annisa menekankan pentingnya memulai perencanaan dana pendidikan sedini mungkin.

“Banyak orang tua baru mulai memikirkan dana pendidikan ketika anak sudah masuk usia sekolah. Padahal, perencanaan idealnya dimulai sejak anak masih dalam kandungan atau sejak lahir. Semakin cepat dimulai, semakin ringan langkahnya,” ujar Annisa.

Menurutnya, biaya pendidikan terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan setiap tahun. Ia menyebutkan bahwa rata-rata kenaikan biaya kuliah mencapai 6,03% per tahun, sementara pertumbuhan gaji tahunan rata-rata hanya sekitar 3%. Ketimpangan tersebut berpotensi membuat orang tua menghadapi tekanan finansial di masa depan apabila tidak menyiapkan dana pendidikan secara terencana.

Tanpa perencanaan yang matang, kondisi tersebut bisa memaksa orang tua mengorbankan kebutuhan lain atau bahkan mengambil utang saat anak memasuki jenjang pendidikan tinggi. Oleh karena itu, Annisa menyarankan agar momentum THR dan bonus tahunan dimanfaatkan untuk membuka atau menambah alokasi dana pendidikan anak serta mengevaluasi kembali proyeksi kebutuhan biaya sekolah.

Ia juga mendorong orang tua untuk melakukan sejumlah langkah praktis, seperti melakukan survei sekolah yang diinginkan untuk mengetahui kisaran biaya masuk dan SPP dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Selain itu, penting juga menyiapkan rencana alternatif apabila anak tidak diterima di sekolah pilihan pertama, dengan simulasi biaya yang berbeda.

Annisa menambahkan bahwa orang tua perlu membuat perencanaan yang terstruktur dengan mencatat estimasi biaya pada setiap jenjang pendidikan dan memproyeksikan kenaikannya agar memiliki gambaran angka yang realistis. Pertimbangan lain yang tak kalah penting adalah jarak kelahiran anak, sehingga timeline pendidikan anak pertama dan berikutnya tidak saling bertumpuk dalam periode yang sama.

Selain aspek biaya, ia juga menekankan pentingnya mitigasi risiko dalam perencanaan pendidikan anak. “Perencanaan pendidikan bukan hanya soal menabung. Orang tua juga perlu memikirkan risiko yang bisa mengganggu rencana, seperti sakit atau risiko meninggal dunia. Jika pencari nafkah utama mengalami risiko, maka dana pendidikan anak bisa ikut terdampak,” jelasnya.

Head of Corporate Communications Allianz Indonesia Wahyuni Murtiani mengatakan bahwa perencanaan pendidikan anak sebaiknya dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi tabungan atau investasi, tetapi juga perlindungan.

“Momentum menjelang Idulfitri sering kali menjadi waktu refleksi dan penataan ulang keuangan keluarga. THR dan bonus tahunan dapat menjadi langkah awal yang strategis untuk memperkuat dana pendidikan anak, sekaligus melengkapinya dengan perlindungan asuransi agar rencana jangka panjang tetap terjaga,” ujar Wahyuni.

Menurutnya, risiko kesehatan maupun kehilangan pencari nafkah utama dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan anak. Karena itu, perlindungan finansial menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas rencana masa depan keluarga.

Alih-alih menghabiskan seluruh THR untuk kebutuhan konsumtif, sebagian dana dapat dialokasikan untuk dana pendidikan anak, dana darurat keluarga, perlindungan terhadap risiko tak terduga, serta instrumen investasi jangka panjang yang sesuai dengan profil risiko masing-masing keluarga.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Allianz Syariah menghadirkan AlliSya Cerdas, produk asuransi jiwa dwiguna syariah yang dirancang membantu orang tua menyiapkan dana pendidikan anak secara terencana dan sesuai prinsip syariah. Produk ini memberikan kombinasi perlindungan jiwa dan manfaat tunai terjadwal yang dapat disesuaikan dengan tahapan kebutuhan pendidikan anak.

Peserta berhak menerima manfaat tunai sebesar 40% pada akhir tahun polis ke-8 dan 80% pada akhir tahun polis ke-11 sebelum polis berakhir, yang dirancang selaras dengan kebutuhan biaya pendidikan pada jenjang menengah hingga transisi ke jenjang berikutnya.

Produk AlliSya Cerdas juga dapat dibeli secara digital melalui platform OptimAll Allianz dengan skema Guaranteed Issuance Offer (GIO) berbasis pernyataan kesehatan. Kontribusi minimumnya mulai dari Rp500 ribu per bulan, dengan usia masuk anak 1 bulan hingga 17 tahun dan usia dewasa 18 hingga 50 tahun.

Momentum THR dan bonus tahunan dapat menjadi langkah awal untuk memulai perencanaan tersebut. Orang tua dapat mempertimbangkan mengalokasikan sebagian THR sebagai kontribusi awal atau pembayaran kontribusi untuk beberapa bulan ke depan sehingga rencana dana pendidikan anak tidak hanya disusun, tetapi juga langsung dijalankan.

Dengan perencanaan yang matang dan disiplin, orang tua diharapkan dapat memastikan pendidikan anak tetap berjalan teratur tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan keluarga di masa depan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ekspansi Industri Bergeser ke Koridor Timur, Investor China Tetap Lirik Indonesia

Perkembangan kawasan industri di wilayah timur Jakarta semakin menguat seiring dengan semakin matangnya kawasan industri di Bekasi serta terbatasnya...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img