Jumat, Maret 13, 2026

PLN Group Selesaikan Dua Titik Elektrifikasi Proyek Kereta Listrik ECRL Malaysia Lebih Cepat dari Target

Must Read

PLN Group kembali memperoleh pengakuan atas kinerjanya di panggung global setelah berhasil mempercepat penyelesaian sebagian proyek elektrifikasi jalur kereta listrik East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia. Subholding PT PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) menuntaskan dua titik pekerjaan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Dua titik proyek yang diselesaikan lebih awal tersebut adalah Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan yang rampung 15 hari lebih cepat dari jadwal, serta FS 09 di Jambu Rias, Pahang yang bahkan selesai satu bulan lebih awal dari target. Penyelesaian proyek ini mendapat apresiasi dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan listrik.

Head Project Management Office TNB, Azreen Bin Othman, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelesaian koneksi dari Pencawang Masuk Utama Tunjung menuju FS 01 dan FS 09 yang menjadi bagian penting dalam sistem elektrifikasi jalur kereta tersebut.

“Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas,” ujarnya.

ECRL sendiri merupakan proyek kereta listrik jalur ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan. Jalur ini sepenuhnya menggunakan tenaga listrik untuk operasional penumpang dan kargo, serta diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga satu juta ton CO₂ per tahun ketika mulai beroperasi pada 2027.

Azreen menambahkan, pihaknya berharap kolaborasi dan kinerja positif tersebut dapat terus berlanjut pada tahap pekerjaan berikutnya.

“Kami sangat puas dengan hasilnya dan berharap pencapaian luar biasa ini dapat terus berlanjut pada proyek-proyek berikutnya di Pencawang Seberang Jerteh dan Gombak,” tambahnya.

Keberhasilan ini juga menjadi bukti kontribusi nyata Indonesia dalam mendukung pembangunan infrastruktur transportasi rendah karbon di kawasan Asia Tenggara. Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan wujud transformasi sekaligus ekspansi global PLN.

“Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Dengan kompetensi teknis dan pengalaman di bidang kelistrikan yang dimiliki, kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa di level dunia,” jelasnya.

Dalam proyek ini, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). PLN Nusantara Power berperan dalam pengadaan peralatan utama, sementara PLN NPC menangani pengadaan peralatan pendukung sekaligus mengeksekusi pekerjaan konstruksi dan proses komisioning.

Secara teknis, PLN Group mengerjakan empat dari total sepuluh Feeder Station pada proyek ECRL, yaitu FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek tersebut dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada Juni 2026.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyebut penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti kapabilitas perusahaan Indonesia dalam proyek strategis lintas negara.

“Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction, Djarot Hutabri, menjelaskan bahwa PLN NPC memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang pembangkitan dan transmisi listrik. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam mengerjakan proyek elektrifikasi ECRL di Malaysia.

Ia memastikan PLN NPC siap melaksanakan desain dan pembangunan elektrifikasi Feeder Station ECRL yang mencakup pembangunan switching station 132 kV, instalasi Overhead Transmission Line (OHL), serta pemasangan kabel bawah tanah sepanjang tiga kilometer beserta berbagai pekerjaan pendukung lainnya.

“Capaian ini mencerminkan kapabilitas, profesionalisme, dan komitmen seluruh insan PLN NPC dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan yang andal, tepat waktu, dan berstandar global. Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis,” pungkas Djarot.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Jumlah Pemegang Saham LAPD Naik Signifikan, Seiring Masuknya Pengendali Baru

Jumlah pemegang saham PT Leyand International Tbk tercatat mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini terjadi seiring...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img