Rabu, April 8, 2026

Fatalitas Kecelakaan Turun Saat Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU Beberkan Peran Infrastruktur

Must Read

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat capaian positif dalam penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Di tengah peningkatan volume lalu lintas, tingkat fatalitas kecelakaan justru mengalami penurunan, seiring membaiknya kualitas infrastruktur jalan tol dan jalan nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan hasil evaluasi pemerintah menunjukkan peningkatan layanan infrastruktur menjadi salah satu faktor utama yang menopang kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama musim Lebaran.

“Pemerintah terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan jalan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun volume lalu lintas meningkat, tingkat fatalitas kecelakaan menurun. Ini menjadi indikator penting bahwa upaya peningkatan keselamatan berjalan efektif,” kata Dody dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (7/4).

Selain peningkatan kualitas jalan, strategi pengoperasian ruas tol fungsional dinilai menjadi instrumen penting dalam meredam kepadatan di jalur utama. Sepanjang periode Lebaran 2026, ruas tol fungsional tercatat melayani 1.056.784 kendaraan, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap jalur alternatif.

Pemerintah mengoperasikan 10 ruas tol fungsional dengan total panjang 291,13 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Pengoperasian dilakukan secara fleksibel dan situasional menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan.

Di Sumatera, ruas Sigli–Banda Aceh Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 24,67 kilometer melayani 82.663 kendaraan. Sementara ruas Palembang–Betung sepanjang sekitar 53,20 kilometer mencatat 87.079 kendaraan, sekaligus menjadi jalur alternatif utama di lintas timur Sumatera.

Adapun di Pulau Jawa, ruas Probolinggo–Banyuwangi menjadi penyumbang trafik terbesar dengan 390.245 kendaraan. Disusul ruas Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo yang mencatat 131.949 kendaraan, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah selama periode libur panjang.

Ruas Jakarta–Cikampek II Selatan yang difungsikan untuk mendukung arus balik juga mencatat volume 69.114 kendaraan. Jalur ini dinilai efektif mengurangi tekanan lalu lintas pada ruas Japek eksisting yang selama ini menjadi titik kepadatan utama.

Selain tol fungsional, pemerintah juga menyoroti penataan fasilitas pendukung, khususnya rest area yang berpotensi memicu perlambatan lalu lintas.

Rest Area KM 57 dan KM 62 di ruas Tol Jakarta-Cikampek menjadi fokus evaluasi karena dinilai berkontribusi terhadap kepadatan di sekitar ruas Tol MBZ dan Japek eksisting.

“Rest area KM 57 dan KM 62 sudah kami evaluasi. Ke depan akan ditata ulang bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri agar pengelolaannya lebih optimal, terutama dalam mengantisipasi kepadatan saat periode puncak,” ujar Dody.

Menurutnya, pemerintah akan melanjutkan evaluasi terhadap infrastruktur mudik, termasuk mempercepat penyelesaian sejumlah ruas tol strategis agar dapat segera beroperasi penuh pada musim libur mendatang.

“Kami akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kesiapan infrastruktur, termasuk percepatan penyelesaian ruas-ruas tol strategis agar ke depan dapat beroperasi penuh,” tuturnya.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus turut mengapresiasi kesiapan infrastruktur yang dinilai semakin baik dan berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan.

“Secara umum kami mengapresiasi kesiapan infrastruktur yang semakin baik. Hal ini berdampak pada kelancaran lalu lintas serta menurunnya tingkat fatalitas kecelakaan,” ujar Lasarus.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

GIICOMVEC 2026 Resmi Dibuka, Industri Kendaraan Komersial Gaspol Dorong Efisiensi Logistik Nasional

Industri kendaraan komersial kembali mendapat sorotan sebagai salah satu motor penggerak aktivitas ekonomi nasional. Di tengah dorongan efisiensi rantai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img