Kamis, April 9, 2026

BELL Bukukan Laba Rp12,57 Miliar, Fokus Modernisasi Mesin

Must Read

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan industri tekstil nasional dengan menutup tahun buku 2025 lewat kenaikan laba bersih 9% secara tahunan menjadi Rp12,57 miliar. Kinerja positif ini diikuti langkah agresif perseroan menyiapkan belanja modal Rp21 miliar guna modernisasi mesin, efisiensi produksi, dan ekspansi ritel pada tahun ini.

Di tengah masih beratnya iklim industri tekstil domestik, capaian BELL menjadi sinyal bahwa emiten ini masih mampu mempertahankan margin dan memperkuat struktur bisnisnya. Penjualan perseroan sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp584,75 miliar, dengan lini manufaktur tetap menjadi penopang utama yang menyumbang Rp340,84 miliar. Sementara itu, segmen distribusi tumbuh 5% secara tahunan menjadi Rp196,63 miliar, mencerminkan permintaan yang tetap terjaga di pasar.

Direktur Utama BELL Karsongno Wongso Djaja menegaskan pertumbuhan tersebut sejalan dengan proyeksi yang telah dipatok perseroan sejak awal tahun.

“Meskipun pasar tekstil nasional dihadapkan pada sejumlah tantangan, BELL tetap mampu membukukan kinerja positif dengan pertumbuhan high single digit sesuai proyeksi yang telah ditetapkan Perseroan,” ujar Karsongno.

Dari perspektif pasar korporasi, kenaikan laba di tengah industri yang menantang menunjukkan efektivitas strategi efisiensi yang dijalankan emiten berkode saham BELL tersebut. Perseroan secara konsisten menekan biaya operasional dan memperkuat proses produksi guna menjaga daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.

Untuk memperkuat fondasi pertumbuhan, BELL mengalokasikan belanja modal sekitar Rp21 miliar yang difokuskan pada restrukturisasi permesinan, optimalisasi proses produksi, serta peningkatan efisiensi melalui teknologi dan otomatisasi. Sebagian dana juga diarahkan untuk mendukung ekspansi ritel, langkah yang dinilai strategis guna memperluas jalur distribusi dan memperbesar kontribusi bisnis hilir.

Langkah ekspansi tersebut memberi sinyal bahwa perseroan tidak hanya fokus menjaga profitabilitas jangka pendek, tetapi juga menyiapkan kapasitas pertumbuhan jangka panjang melalui modernisasi aset produksi.

Di sisi pengembangan bisnis, BELL juga memperkuat strategi diferensiasi produk dengan menghadirkan produk tekstil dan fesyen yang lebih inovatif serta memiliki nilai tambah lebih tinggi. Perseroan telah mengoperasikan Trisula Innovation Center (TIC) sebagai pusat riset dan inovasi untuk mendukung pengembangan produk baru, baik untuk BELL maupun entitas lain di bawah Trisula Group.

Keberadaan pusat inovasi ini menjadi salah satu katalis penting bagi emiten untuk meningkatkan daya saing, terutama di tengah pergeseran preferensi pasar menuju produk yang lebih spesifik dan bernilai tambah.

Selain itu, sinergi antarunit bisnis di dalam Trisula Group terus diperkuat guna membuka peluang pertumbuhan baru dan memperluas penetrasi pasar.

Secara korporasi, kombinasi pertumbuhan laba, ekspansi capex, dan penguatan inovasi menempatkan BELL pada posisi yang lebih siap menghadapi tantangan industri tekstil tahun ini, sekaligus menjaga prospek pertumbuhan yang berkelanjutan di mata pasar.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Isuzu Tancap Gas Garap Pasar Kendaraan Niaga, Traga AC Jadi Senjata Baru Bidik Sektor Logistik

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menajamkan strategi penetrasi pasar kendaraan niaga pada 2026 dengan meluncurkan Isuzu Traga AC...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img