Kamis, April 30, 2026

DRMA Jaga Pertumbuhan di Tengah Gejolak Global, Pendapatan Kuartal I Naik 6%

Must Read

PT Dharma Polimetal Tbk berhasil mempertahankan laju pertumbuhan kinerja pada kuartal I-2026 di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi industri otomotif nasional.

Emiten manufaktur komponen otomotif ini membukukan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini, naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan penjualan tersebut turut menopang laba bersih perseroan yang mencapai Rp144,9 miliar, atau meningkat 1,5% secara tahunan dari Rp142,7 miliar pada kuartal I-2025.

Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk, Irianto Santoso, mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perseroan masih mampu menjaga momentum bisnis di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.

“Kenaikan pendapatan ini merupakan pencapaian yang pantas disyukuri di tengah isu geopolitik yang memberikan dampak negatif pada pasar manufaktur otomotif di Tanah Air,” ujar Irianto dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).

Secara struktur bisnis, segmen kendaraan roda dua masih menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, segmen ini menyumbang sekitar 60% dari total pendapatan dengan nilai penjualan mencapai Rp932,3 miliar, atau tumbuh tipis 0,6% secara tahunan.

Di sisi lain, pertumbuhan paling agresif datang dari segmen kendaraan roda empat. Penjualan di segmen ini melonjak hampir 24% secara tahunan menjadi Rp391,5 miliar, dari sebelumnya Rp316,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kontribusi segmen roda empat kini mencapai sekitar 25% dari total pendapatan perusahaan.

Lonjakan pada segmen roda empat menunjukkan adanya pergeseran kontribusi bisnis yang semakin seimbang, sekaligus menjadi bantalan pertumbuhan baru bagi perseroan di tengah perlambatan permintaan di beberapa lini otomotif.

Manajemen menilai, tantangan industri otomotif pada 2026 masih cukup berat, terutama akibat tekanan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok, biaya produksi, hingga daya beli konsumen. Meski demikian, perseroan tetap memasang target pertumbuhan pendapatan sekitar 10% sepanjang tahun ini.

Irianto menegaskan optimisme tersebut didasarkan pada sejumlah strategi operasional yang telah disiapkan, mulai dari menjaga loyalitas pelanggan hingga memperkuat efisiensi di seluruh lini bisnis.

“Sebagai pelaku bisnis, kami dituntut untuk selalu optimis dan mampu melihat celah usaha dalam segala situasi. Untuk itu DRMA sudah menyiapkan strategi untuk bisa mencapai target pertumbuhan pendapatan tersebut,” katanya.

Menurut dia, efisiensi akan menjadi fokus utama perusahaan untuk menjaga margin keuntungan di tengah tekanan biaya. Perseroan akan menekan berbagai pengeluaran yang dinilai tidak produktif agar operasional tetap berjalan optimal.

“Segala bentuk pengeluaran yang bisa dikategorikan sebagai pemborosan harus dihilangkan, baik di dalam maupun di luar kegiatan operasional,” tutup Irianto.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Bank Neo Commerce Kantongi Laba Rp136,98 Miliar, Permodalan Menguat di Awal 2026

PT Bank Neo Commerce memulai 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp136,98 miliar pada kuartal I/2026. Kinerja positif ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img