Jumat, Mei 8, 2026

Agresivitas Scoot di Pasar LCC: Perkuat Loyalitas Lewat Pendekatan Budaya Lokal

Must Read

Persaingan maskapai bertarif rendah (LCC) di pasar domestik dan regional kian memanas, memaksa para pemain untuk memutar otak dalam mengamankan pangsa pasar.

Scoot, anak usaha Singapore Airlines (SIA) Group, nampaknya sangat memahami bahwa memenangkan hati konsumen Indonesia tidak cukup hanya dengan perang harga, melainkan harus menyentuh sisi emosional dan gaya hidup yang sangat spesifik.

​Langkah terbaru Scoot tercermin dalam peluncuran kampanye “Sambal si Petualang”. Maskapai ini menggandeng seniman visual ternama asal Jakarta, Martcellia Liunic (Liunic), untuk merilis aksesori perjalanan eksklusif yang dirancang khusus guna membawa sambal kemasan.

Strategi ini bukan sekadar gimik pemasaran biasa, melainkan upaya penetrasi merek yang dalam melalui pendekatan kuliner—elemen yang tidak terpisahkan dari perilaku konsumen di Indonesia.

​Chief Commercial Officer Scoot, Calvin Chan, menegaskan bahwa kampanye ini merupakan bentuk apresiasi terhadap warisan kuliner lokal sekaligus upaya memberikan kenyamanan bagi para pelancong.

“Kampanye Sambal si Petualang merupakan perayaan kekayaan warisan kuliner Indonesia yang dirancang untuk menghadirkan rasa nyaman bagi pelanggan kami dari Indonesia, sehingga mereka tetap dapat merasakan cita rasa rumah ke mana pun mereka bepergian,” ujar Chan dalam acara peluncuran di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

​Secara bisnis, langkah Scoot ini mempertegas posisi strategis Indonesia dalam peta ekspansi SIA Group. Saat ini, Scoot telah melayani 16 kota di tanah air, termasuk destinasi terbaru Belitung.

Ekspansi tersebut dipastikan tidak akan berhenti, mengingat Pontianak dijadwalkan masuk dalam jaringan penerbangan mereka pada Juni 2026 mendatang, yang akan menggenapkan total jangkauan Scoot menjadi 17 destinasi di Indonesia.

​Kolaborasi dengan Liunic juga menunjukkan kecerdikan maskapai dalam menyasar segmen milenial dan Gen Z yang cenderung mengapresiasi karya seni imajinatif dan barang-barang edisi terbatas. Liunic sendiri memandang kolaborasi ini sebagai jembatan fungsional bagi kebiasaan masyarakat.

“Kami mengubah sesuatu yang dekat dengan keseharian menjadi sesuatu yang menyenangkan sekaligus fungsional,” ungkap Liunic.

​Pengamat industri melihat strategi ini sebagai upaya meningkatkan brand recall di tengah ketatnya kompetisi dengan maskapai lokal maupun regional lainnya. Dengan membagikan aksesori unik ini melalui konsep blind box di bandara-bandara besar seperti Soekarno-Hatta, Juanda, Yogyakarta, dan Kualanamu, Scoot secara langsung membangun interaksi fisik dengan basis pelanggannya.

Penambahan rute yang konsisten dan pendekatan kampanye yang sangat terlokalisasi ini diharapkan mampu menjaga tingkat keterisian kursi (load factor) dan memperkuat loyalitas pelanggan di salah satu pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pasar Modal Menguat, Allianz Siapkan Strategi Investasi Lebih Selektif Tahun Ini

Di tengah gejolak pasar global yang masih dibayangi ketidakpastian suku bunga, perang dagang, dan perlambatan ekonomi dunia, industri pengelolaan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img