Sabtu, Mei 9, 2026

Enam Tahun Berturut-turut, Ericsson Puncaki Laporan Frost Radar™ 5G 2026

Must Read

Ericsson (NASDAQ: ERIC) kembali diakui sebagai pemimpin dalam aspek pertumbuhan (growth) dan inovasi dalam laporan “Frost Radar™: 5G Network Infrastructure, 2026” dari Frost & Sullivan, sekaligus menandai enam tahun berturut-turut perusahaan ini berada di posisi teratas.

Pengakuan ini datang di tengah meningkatnya kebutuhan akan jaringan yang bisa dinaikkan ke skala yang lebih besar, serta berbasis AI dan hemat energi. Analisis dalam laporan tersebut menempatkan Ericsson di posisi terdepan di antara 20 perusahaan unggulan, dari lebih dari 100 pelaku industri global yang dievaluasi.

Laporan Frost Radar™ menempatkan Ericsson sebagai pemimpin pada sumbu pertumbuhan (Growth) dan inovasi (Innovation). Posisi ini ditopang portofolio infrastruktur 5G yang menyeluruh—mulai dari radio access network (RAN), transport, hingga core dan edge network—yang mencakup RAN tradisional, open and virtual RAN, RAN berbasis AI, serta jaringan privat.

Laporan tersebut juga menyoroti kemampuan Ericsson dalam menskalakan inovasi secara global, termasuk pengembangan network API serta pemanfaatan AI untuk mengotomatisasi operasional jaringan.

Konsistensi Ericsson memimpin pada Growth Index dan Innovation Index mencerminkan investasi berkelanjutan dalam pengembangan portofolio produk, sekaligus kemampuannya menghadirkan inovasi menjadi solusi nyata berskala besar yang dapat diandalkan pelanggan dalam jangka panjang.

Berbekal pengalaman globalnya, Ericsson terus memperkuat komitmennya di Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan operator dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan jaringan 5G yang cerdas, tangguh, dan efisien. Upaya ini semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan akan jaringan yang mampu mendukung berbagai use case berbasis AI serta mendorong transformasi digital lintas sektor.

Laporan tersebut mencatat kuatnya dan konsistennya investasi Ericsson dalam riset dan pengembangan (R&D), dengan hampir 21 persen pendapatan dialokasikan untuk R&D pada 2025. Frost & Sullivan juga menyoroti peran Ericsson sebagai anggota pendiri AI RAN Alliance, serta komitmennya yang berkelanjutan terhadap efisiensi energi.

Ericsson juga telah mencapai target penurunan konsumsi energi di lokasi base station radio baru sebesar 40 persen pada 2025 dibandingkan baseline 2021, dan kini meningkatkan target tersebut menjadi 50 persen pada 2027

Peningkatan efisiensi energi tersebut dicapai melalui kombinasi evolusi jaringan dan inovasi di seluruh portofolio Ericsson—mulai dari modernisasi RAN dengan perangkat keras berkinerja tinggi dan hemat energi, hingga inovasi perangkat lunak yang menghadirkan fitur penghematan energi berbasis intent-driven dan AI untuk mendukung operasional jaringan yang lebih cerdas. Selain itu, optimalisasi berkelanjutan pada solusi dual-mode 5G Core dan Cloud Native Infrastructure juga memanfaatkan prosesor terbaru untuk menekan konsumsi energi sekaligus meningkatkan kinerja jaringan.

Nora Wahby, President Director Ericsson Indonesia, mengatakan, “Seiring percepatan transformasi digital di Indonesia, 5G akan menjadi infrastruktur krusial yang menentukan daya saing ekonomi nasional. Karena itu, penting bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan ekosistem 5G melalui kebijakan yang mendukung, ketersediaan spektrum yang memadai, serta kolaborasi lintas sektor yang kuat.”

Nora menambahkan, “Ericsson berkomitmen menjadi mitra jangka panjang dalam perjalanan ini, dengan menghadirkan teknologi yang terbukti secara global untuk mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Pengakuan global ini menekankan kembali komitmen Ericsson untuk mendukung Indonesia membangun jaringan yang bukan hanya cepat, melainkan juga cerdas, aman, hemat energi.”

“Pengakuan dari Frost & Sullivan sebagai pemimpin dalam pertumbuhan dan inovasi mencerminkan investasi berkelanjutan kami dalam riset dan pengembangan, serta fokus kami dalam membangun teknologi yang terukur,” ujar Per Narvinger, Executive Vice President and Head of Business Area Networks at Ericsson. “Kami menerapkan AI di seluruh portofolio—mulai dari Massive MIMO dan Remote Radios hingga network management, transport, OSS/BSS, dan core. Kami juga mulai melihat dampak nyatanya, termasuk dalam menghadirkan jaringan 5G yang lebih terbuka, terotomatisasi, dan hemat energi, sekaligus mendukung kebutuhan evolusi jaringan jangka panjang pelanggan.”

Troy Morley, Industry Principal analyst, Frost & Sullivan Information, Communications and Technologies, mengatakan: “Ericsson tampil menonjol dalam analisis Frost Radar 2026 berkat kemampuannya menggabungkan kepemimpinan inovasi dengan eksekusi pertumbuhan yang kuat. Kekuatan Ericsson terletak pada kemampuannya menskalakan inovasi secara global lintas generasi teknologi seluler, didukung investasi R&D yang besar dan berkelanjutan. Portofolio 5G yang komprehensif, kepemimpinan dalam open dan virtual RAN, serta kemajuan dalam efisiensi energi menempatkan Ericsson pada posisi yang kuat seiring terus berkembangnya pasar.”

Frost Radar™ mengukur tingkat pertumbuhan tidak hanya dari sisi pendapatan absolut, tetapi juga laju pertumbuhan, yang kemudian dikombinasikan dengan berbagai faktor lain untuk menilai kinerja perusahaan pada Growth Index. Sementara itu, aspek inovasi dinilai melalui evaluasi terhadap portofolio produk, skalabilitas inovasi, efektivitas strategi R&D, serta sejumlah indikator lainnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Penerbangan Internasional Belitung Kembali Dibuka

Perjuangan panjang selama lima tahun akhirnya membuahkan hasil manis bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang. Tepat pada Minggu (3/5/2026),...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img