Peneliti Center of Macroeconomics and Finance INDEF, Riza Annisa Pujarama, menilai tekanan fiskal menjadi salah satu tantangan terbesar bagi perekonomian Indonesia saat ini. Menurutnya, defisit anggaran terus melebar akibat tingginya belanja pemerintah untuk berbagai program seperti MBG, subsidi energi, bantuan sosial, hingga pembayaran bunga utang negara.
Riza menjelaskan, pada triwulan I 2026 keseimbangan primer APBN tercatat negatif dan bahkan lebih dalam dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendapatan negara belum cukup untuk membayar bunga utang tanpa tambahan pembiayaan dari utang baru.
Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 masih sangat bergantung pada konsumsi pemerintah serta faktor musiman seperti Ramadan dan Lebaran. Beberapa sektor seperti transportasi, perdagangan, dan akomodasi memang mengalami pertumbuhan tinggi selama periode tersebut, namun kontribusinya terhadap struktur ekonomi nasional dinilai masih relatif kecil.
“Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya mencerminkan penguatan ekonomi yang berkelanjutan karena masih ditopang faktor musiman dan belanja pemerintah,” ungkap Riza.
Dari sisi eksternal, Riza menyoroti pelemahan ekspor, tingginya impor bahan baku dan energi, serta tekanan geopolitik global yang dinilai dapat meningkatkan risiko terhadap sektor manufaktur dan stabilitas ekonomi domestik.
Tak hanya itu, ia juga menilai kondisi ketenagakerjaan Indonesia masih menghadapi persoalan serius. Penurunan angka pengangguran dinilai belum mencerminkan peningkatan kualitas tenaga kerja karena sektor informal kini semakin mendominasi.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi justru lebih banyak menciptakan pekerjaan berproduktivitas rendah, sementara jumlah pekerja formal mengalami penurunan. Karena itu, pemerintah didorong untuk memperkuat daya beli masyarakat, mempercepat industrialisasi, mendorong inovasi teknologi, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar pertumbuhan ekonomi menjadi lebih produktif dan inklusif.




