Selasa, Mei 26, 2026

Infrastruktur Baru Jabodetabek, Tol Serpong–Bogor via Parung Segera Dibangun

Must Read

Pemerintah terus mematangkan pembangunan Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung sebagai salah satu proyek strategis untuk memperkuat konektivitas kawasan penyangga ibu kota. Infrastruktur jalan tol sepanjang 32 kilometer itu diproyeksikan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah Jabodetabek.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan proses penyusunan perencanaan teknis proyek kini terus dikebut agar dapat rampung sesuai target pada tahun ini. Menurut dia, percepatan tahapan perencanaan menjadi langkah penting agar pembangunan fisik dapat segera berjalan.

“Progres proyek saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan teknis, dengan progres mendekati 80 persen. Kami terus mempercepat proses agar tahapan perencanaan dapat selesai tahun ini,” ujar Dody dalam Media Briefing di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Proyek Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung memiliki nilai investasi sebesar Rp12,35 triliun dan akan dikerjakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tanpa dukungan dana APBN. Pemerintah menilai skema tersebut dapat mempercepat penyediaan infrastruktur sekaligus meningkatkan partisipasi swasta dalam pembangunan nasional.

Kehadiran ruas tol baru ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan dari Bogor menuju Tangerang menjadi sekitar 45 menit. Efisiensi waktu perjalanan tersebut dinilai akan berdampak positif terhadap distribusi barang dan jasa serta aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan sekitar.

Secara teknis, jalan tol akan dilengkapi dua junction utama, yakni Junction Salabenda dan Junction Serpong. Selain itu, terdapat tiga simpang susun yang berada di Pondok Udik, Putat Nutug, dan Rumpin untuk mendukung konektivitas antarwilayah.

Pembangunan proyek akan dilaksanakan oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras yang terdiri atas PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra. Konsorsium tersebut akan mengelola jalan tol dengan masa konsesi selama 40 tahun.

Ruas Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung sendiri terbagi dalam empat seksi. Seksi I Salabenda–Pondok Udik sepanjang 3,97 kilometer, Seksi II Pondok Udik–Putat Nutug sepanjang 9,27 kilometer, Seksi III Putat Nutug–Rumpin sepanjang 8,23 kilometer, dan Seksi IV Rumpin–Serpong sepanjang 10,56 kilometer.

Kementerian PU memastikan pembangunan jalan tol akan mengacu pada standar teknis dan regulasi yang berlaku, termasuk aspek keselamatan konstruksi, geometrik jalan, dan standar pelayanan minimal jalan tol.

Selain memperkuat konektivitas, proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi investasi dan menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Pemerintah menilai pengurangan biaya logistik dan percepatan distribusi barang akan berdampak pada peningkatan produktivitas kawasan dan pemerataan pembangunan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Modus Baru Penipuan NFC Sulit Dideteksi, Dana Korban Rentan Dicuri

Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengingatkan masyarakat mengenai meningkatnya ancaman serangan berbasis Near Field Communication (NFC) yang menyasar pengguna ponsel...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img