PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Inhealth) resmi melakukan penyelarasan identitas visual perusahaan sebagai bagian dari penguatan integrasi dengan Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi. Langkah tersebut ditandai dengan perubahan logo yang dilakukan serentak di kantor pusat dan seluruh jaringan operasional perusahaan pada 2 Juni 2026.
Penyelarasan branding ini menjadi kelanjutan dari proses transformasi Inhealth setelah resmi masuk ke dalam struktur holding IFG pada Juni 2024 dan menjadi anak usaha PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life). Manajemen menegaskan bahwa perubahan identitas tersebut tidak berdampak pada status hukum, produk maupun layanan yang selama ini diberikan kepada peserta.
Direktur Kepatuhan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama Inhealth, Marihot H. Tambunan, mengatakan perubahan branding merupakan bagian dari penguatan posisi perusahaan di dalam ekosistem IFG sekaligus mempertegas komitmen pelayanan kepada peserta.
“Perubahan branding tidak mengubah status hukum Perusahaan yaitu PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia, begitu pula dengan produk dan layanan, tetap sama. Selama lebih dari 17 tahun, Inhealth telah hadir sebagai asuransi kesehatan pilihan utama dan tepercaya di Indonesia,” ujar Marihot.
Langkah tersebut dilakukan di tengah posisi Inhealth yang masih menjadi salah satu pemain dominan di segmen asuransi kesehatan kumpulan. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada triwulan I 2026, perusahaan tercatat memiliki pangsa pasar terbesar di industri asuransi kesehatan kumpulan. Saat ini Inhealth melayani lebih dari 1,7 juta pengguna jasa layanan kesehatan.
Sebagai bagian dari grup IFG Life, Inhealth terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan produk, layanan, hingga transformasi digital. Salah satu inisiatif yang telah dijalankan adalah integrasi layanan melalui aplikasi One by IFG serta pengembangan Produk Asuransi Bersama (PAB).
“Dengan semangat melayani sepenuh hati, kami terus memperkuat sinergi dan bergerak maju bersama IFG dan IFG Life untuk memperkuat fondasi layanan sebagai penyedia asuransi jiwa dan kesehatan. Diantaranya yaitu penguatan layanan digital melalui aplikasi One by IFG yang telah dilakukan sejak tahun 2025 dan kolaborasi dalam Produk Asuransi Bersama (PAB),” kata Marihot.
Selain memperkuat digitalisasi, perusahaan juga fokus pada pengelolaan risiko dan optimalisasi portofolio bisnis. Melalui identitas baru tersebut, Inhealth berharap dapat memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna menghadirkan perlindungan kesehatan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Direktur Keuangan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama IFG Life, Ryan Diastana Firman, menilai perubahan branding menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga di bawah payung IFG.
“Perubahan branding Inhealth ini tentunya menjadi momentum untuk melangkah ke depan dan terus memperkuat sinergi, baik dari sisi produk dan layanan. Sinergi ini diharapkan mendorong ekosistem perlindungan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dengan dukungan lebih dari 8.000 mitra provider Inhealth di berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri,” ujarnya.
Saat ini Inhealth didukung jaringan lebih dari 8.000 mitra provider yang terdiri dari rumah sakit, klinik, laboratorium, dan apotek. Jaringan tersebut tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua, serta menjangkau layanan kesehatan di luar negeri, khususnya Singapura.




