PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI memperkuat pembiayaan hijau melalui kerja sama dengan Grup Indika Energy dengan mengucurkan pembiayaan syariah senilai Rp950 miliar untuk mendukung ekspansi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menyasar segmen komersial dan industri di berbagai daerah.
Pendanaan tersebut disalurkan kepada PT Indika Empat Mitra Surya (IEMS) dan PT Empat Mitra Indika Cahaya (EMIC), dua anak usaha Grup Indika Energy. Perjanjian pembiayaan ditandatangani oleh Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Sylvi J. Gani bersama Direktur PT IEMS dan PT EMIC Yovie Priadi pada 4 Juni 2026 di Jakarta.
Skema pembiayaan yang digunakan berupa Line Facility Musyarakah Mutanaqisah (MMq), yang diperuntukkan bagi refinancing proyek-proyek PLTS yang akan disewakan kepada pelanggan segmen commercial and industrial (C&I). Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan energi surya di kalangan pelaku usaha tanpa membebani pengguna akhir dengan kebutuhan investasi awal.
Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Sylvi J. Gani mengatakan instrumen pembiayaan syariah memiliki potensi besar dalam mendukung percepatan transisi energi nasional.
“Pembiayaan ini menunjukkan bahwa instrumen pembiayaan syariah dapat menjadi solusi yang kompetitif untuk mempercepat adopsi PLTS pada segmen pasar komersial dan industri yang pertumbuhannya semakin pesat. Ini adalah wujud nyata komitmen PT SMI dalam menghadirkan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan bagi pengembang energi surya di Indonesia. Kami berharap kolaborasi dengan Grup Indika Energy ini menjadi katalis bagi perluasan PLTS di sektor komersial dan industri secara lebih masif,” ujar Sylvi.
Menurut dia, kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat portofolio pembiayaan syariah PT SMI di sektor infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi baru dan terbarukan.
Direktur PT IEMS dan PT EMIC Yovie Priadi mengatakan dukungan pembiayaan dari PT SMI menjadi faktor penting dalam mempercepat ekspansi bisnis energi surya Grup Indika Energy.
“Dukungan pembiayaan PT SMI akan memperkuat kemampuan kami dalam memperluas layanan PLTS tanpa investasi awal bagi pelanggan, sehingga semakin banyak pelaku industri dapat beralih ke energi bersih dengan lebih cepat dan efisien,” ujar Yovie.
Model bisnis yang dijalankan memungkinkan perusahaan menyediakan layanan PLTS berbasis sewa bagi sektor komersial dan industri, sehingga pelanggan dapat menikmati manfaat energi bersih tanpa harus mengeluarkan investasi besar di awal. Selain mendukung efisiensi biaya energi, skema tersebut juga sejalan dengan target pemerintah meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan serta mencapai Net Zero Emission.
Hingga Maret 2026, PT SMI telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp27,6 triliun untuk berbagai proyek energi terbarukan. Sebagai Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform Manager, perseroan berkomitmen terus mengembangkan skema pembiayaan inovatif, termasuk pembiayaan syariah, guna mempercepat pembangunan infrastruktur energi berkelanjutan di Indonesia.




