Moneter.co.id – Sebanyak 20 desa di sekitar Candi Borobudur akan diberikan dana miliaran rupiah dalam program sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Untuk tahap awal, 20 desa ini akan mendapatkan dana sekitar Rp750 juta tiap desa untuk pembangunan fisik.
Ahmad Muchlish, Corporate Secretary PT Taman Wisata Candi (TWC), mengatakan, sejak tahun lalu telah ada kesepakatan sinergi BUMN untuk mengangkat potensi wisata di Yogyakarta, Solo, dan Semarang atau yang sering disebut Joglosemar. Sinergi BUMN ini mendapat tugas mendatangkan dua juta wisatawan di 2019. “Sentranya di Borobodur,” tuturnya saat gathering media dengan forum public relation Yogyakarta di Keraton Boko, Minggu (12/3).
Saat ini beberapa sektor tengah menjadi perhatian sinergi BUMN guna meningkatkan kunjungan wisatawan di wilayah tersebut. Untuk menyambut wisatawan tersebut, sinergi BUMN memang telah mencanangkan pembentukan 100 desa wisata di seputaran obyek-obyek wisata.
Tahap awal, sinergi BUMN akan membentuk 20 desa wisata di sekeliling candi Borobudur. Masing-masing BUMN akan membentuk desa wisata dengan branding mereka sendiri. Namun, pengelolaannya akan ada pendampingan dari BUMN yang memiliki pengalaman seperti Hotel Indonesia untuk urusan hospitality-nya.
Konsep awal yang dibangun dalam 20 desa wisata ini adalah menciptakan keramaian-keramaian baru. Sinergi BUMN akan menggelontorkan dana Rp750 juta untuk masing-masing desa. Dana tersebut untuk membangun balkony berupa 3 pendopo, tempat artshop, dan tempat pertunjukkan.
Bangunan ini sebagai bentuk outlet kerajinan sekaligus pusat kegiatan masing-masing desa. “Konsep awal 100 desa binaan. Dan dimulai dari Borobudur, setelah nanti ada di Dieng, Candi Sukocetho, Candi Boko, Prambanan dan destinasi lain,” terangnya.
Dari 20 desa tersebut, masing-masing desa akan didirikan homestay. Masing-masing desa ditargetkan akan memiliki 20 kamar yang bisa dihuni wisatawan.
Sehingga, secara keseluruhan ada sekitar 400 kamar baru yang bisa dimanfaatkan wisatawan di desa wisata seputaran Candi Borobudur. Sementara untuk pemasaran akan dikoordinasikan dengan Hotel Manohara, hotel milik PT TWC.
Saat ini, sudah ada enam desa wisata yang sudah siap menerima tamu. Masing-masing Desa Borobudur, Karangrejo, Candirejo, Kebunsari, Bumiarjo dan Wringinputih. Satu lagi yang kini masih dalam tahap penyempurnaan adalah Desa Giri Tengah.
Masing-masing desa memiliki konsep sendiri tergantung dari BUMN yang mendampingi mereka. “Dana awal Rp750 juta untuk fisik Balkony. Lainnya tergantung masing-masing BUMN yang membentuknya,” tambahnya.
Sementara, Public Relation PT TWC Bambang Sarwo Edy menambahkan, dua juta wisatawan mancanegara memang seolah menjadi angka yang sangat besar untuk dicapai.
“Namun pihaknya yakin, sinergi BUMN ini akan membawa dampak positif bagi kunjungan wisatawan mancanegara meskipun saat ini tingkat kunjungan wisatawan di Candi Borobudur, Prambanan ataupun Boko masing di angka 9%-10% dari total pengunjung,” tutupnya.
(TOP)




