PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) semakin agresif mengembangkan inovasi produk sebagai strategi untuk memperluas pasar sekaligus menjaga laju pertumbuhan bisnis pada 2026. Emiten tekstil yang bergerak di bidang penyediaan kain, seragam, dan produk fesyen ini membidik kenaikan pendapatan sebesar 8% dengan mengoptimalkan pasar domestik serta meningkatkan kontribusi ekspor.
Di tengah persaingan industri tekstil yang semakin ketat, BELL memilih strategi berbeda dibandingkan produsen yang berfokus pada produksi massal. Perseroan mengedepankan layanan kustomisasi yang memungkinkan pelanggan menentukan spesifikasi produk sesuai kebutuhan, mulai dari bahan baku, tekstur, warna, hingga karakteristik kain yang diinginkan.
Strategi tersebut diperkuat dengan pengembangan berbagai kain fungsional bernilai tambah, seperti kain ramah lingkungan, antibakteri, kain daur ulang, hingga kain dengan tingkat elastisitas tertentu. Langkah ini menjadi upaya Perseroan untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjawab tren permintaan pasar yang semakin mengutamakan kualitas dan diferensiasi produk.
Direktur Utama PT Trisula Textile Industries Tbk Karsongno Wongso Djaja mengatakan inovasi menjadi faktor utama yang menopang keberlanjutan pertumbuhan perusahaan.
“Inovasi berkelanjutan adalah tulang punggung strategi kami untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri tekstil. Melalui Trisula Innovation Center, kami tidak hanya mengembangkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga memberikan layanan kustomisasi yang menjadi pembeda utama kami dari pemain lain yang cenderung produksi massal,” ujar Karsongno.
Perseroan mengandalkan Trisula Innovation Center (TIC) sebagai pusat pengembangan inovasi yang menghubungkan perusahaan dengan pelanggan dalam proses penciptaan produk, mulai dari tahap desain hingga pengelolaan pasar. Kehadiran TIC juga diharapkan mampu memperkuat penetrasi pasar ekspor melalui penyelenggaraan empat online live trade show sepanjang tahun ini.
Saat ini sekitar 90% pendapatan BELL masih ditopang pasar domestik. Namun, Perseroan menargetkan kontribusi ekspor meningkat menjadi sekitar 10% pada 2026 seiring penguatan promosi ke pasar internasional.
Di sisi lain, BELL juga melihat peluang pertumbuhan dari pengadaan instansi pemerintah, terutama untuk kebutuhan seragam korporasi dan produk jadi. Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, Perseroan akan mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik garmen di Solo sebagai penopang target pertumbuhan bisnis tahun ini.




